kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sempat sepi, bankir ramal transaksi berbasis kartu bakal segera ramai lagi


Senin, 22 Juni 2020 / 16:59 WIB
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi dengan kartu debit Bank Mandiri yang sudah menggunakan chip di ATM Bank Mandiri Jakarta, Jumat (22/3). Hingga Februari lalu, sebanyak 35,2 % kartu ATM/debit Bank mandiri sudah menggunakan chip. Bank Mandiri menargetkan sebanyak 50% ka


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Bila tren ini terus berlanjut, kemungkinan besar di akhir Juni 2020 sudah akan terjadi peningkatan secara gradual di transaksi kartu kredit maupun ATM/EDC menurut bank bersandi bursa BNGA ini.

Di lain pihak, PT Bank Mandiri Tbk terus berupaya untuk memaksimalkan transaksi e-channel perseroan. Tercatat per akhir Mei 2020 jumlah transaksinya sudah menembus 647 juta transaksi.

Baca Juga: Transaksi digital Digibank DBS naik 75% selama PSBB

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan, Bank Mandiri sudah mempersiapkan berbagai strategi, baik di segmen wholesale, UMKM maupun untuk menjadi modern digital bank sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi kompetisi yang semakin tak berbatas.

“Pada aplikasi Mandiri Online sendiri, yang menjadi salah satu layanan digital unggulan Bank Mandiri, hingga Mei 2020 pengguna aktifnya telah mencapai 5 juta pengguna, dengan nilai transaksi sebesar Rp 230 triliun,” kata Rully Setiawan, Minggu (21/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×