kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Sepuluh bulan, baru 70% kredit untuk sektor UMKM yang tersalurkan


Jumat, 11 November 2011 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Petugas membawa pasien terduga postif Covid-19 ke ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Bogor, Jawa Barat. KONTAN/Baihaki/18/12/2020


Reporter: Astri Kharina Bangun

JAKARTA. Sejak awal tahun hingga Oktober 2011 penyaluran kredit usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perbankan mencapai 60%-70% dari target penyaluran sebesar Rp 128 triliun.

"Oktober ini pertumbuhan kredit di sektor UMKM sekitar 23%-24%. Hampir sama dengan pertumbuhan total kredit nasional," ujar Direktur Direktorat Kredit, BPR, UMKM Bank Indonesia Edy Setiadi, Jumat (11/11).

Walaupun tumbuh sejalan dengan total kredit keseluruhan, namun porsi penyaluran kredit UMKM masih 21% dari keseluruhan kredit nasional. Edy optimistis target penyaluran kredit UMKM bisa tercapai sampai akhir tahun ini karena umumnya bank-bank menggenjot penyaluran kredit UMKM di akhir tahun.

Bank sentral menilai sektor UMKM di dalam negeri memiliki potensi yang besar. Sebagai gambaran, penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM mencapai 47% dari seluruh tenaga kerja nasional. Sementara itu, bisnis UMKM dengan skala aset maksimum Rp 500 juta telah berkontribusi sekitar 56% dari PDB nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×