kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sepuluh bulan, baru 70% kredit untuk sektor UMKM yang tersalurkan


Jumat, 11 November 2011 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Petugas membawa pasien terduga postif Covid-19 ke ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Bogor, Jawa Barat. KONTAN/Baihaki/18/12/2020


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Sejak awal tahun hingga Oktober 2011 penyaluran kredit usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perbankan mencapai 60%-70% dari target penyaluran sebesar Rp 128 triliun.

"Oktober ini pertumbuhan kredit di sektor UMKM sekitar 23%-24%. Hampir sama dengan pertumbuhan total kredit nasional," ujar Direktur Direktorat Kredit, BPR, UMKM Bank Indonesia Edy Setiadi, Jumat (11/11).

Walaupun tumbuh sejalan dengan total kredit keseluruhan, namun porsi penyaluran kredit UMKM masih 21% dari keseluruhan kredit nasional. Edy optimistis target penyaluran kredit UMKM bisa tercapai sampai akhir tahun ini karena umumnya bank-bank menggenjot penyaluran kredit UMKM di akhir tahun.

Bank sentral menilai sektor UMKM di dalam negeri memiliki potensi yang besar. Sebagai gambaran, penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM mencapai 47% dari seluruh tenaga kerja nasional. Sementara itu, bisnis UMKM dengan skala aset maksimum Rp 500 juta telah berkontribusi sekitar 56% dari PDB nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×