kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Simak upaya BRI tekan kenaikan NPL konstruksi


Minggu, 18 Maret 2018 / 12:38 WIB
ILUSTRASI. BRI berusaha selektif memilih debitur


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berusaha menekan NPL konstruksi. Hal ini dilakukan dengan berusaha selektif memilih debitur.

Bambang Tribaroto, Sekretaris Perusahaan BRI bilang saat ini NPL konstruksi bank tidak terlalu tinggi. "Bank telah berusaha menjaga kualitas kredit di sektor konstruksi," kata Bambang kepada kontan.co.id, Sabtu (17/3).

Sebelumnya beberapa bankir pada tahun ini mengantisipasi kredit macet (NPL) di sektor konstruksi. NPL konstruksi pada kuartal 4 2017 sebesar 4,28% atau naik dari 2,3% pada tahun alu. Beberapa bank seperi BRI BCA dan Bank Permata mencatat NPL konstruksi lebih tinggi dari industri.

Hal ini berdarsarkan riset Mandiri Sekuritas, pada (14/3) lalu, Tjandra Lienandjaja, Priscilla Thany dan Silvony Gatherie mencatat NPL konstruksi BRI tercatat 8,38% BCA 7,48% dan Bank Permata 34,43%.

Mandiri Sekuritas mengatakan bank melihat potensi kredit masalah di sektor konstruksi terutama BRI, BCA dan Bank Permata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×