Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan suku bunga deposito valuta asing (valas) dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4% yang dilakukan bank-bank milik negara (Himbara) mulai berdampak signifikan terhadap penghimpunan dana valas, khususnya di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).
Dalam dua bulan terakhir, simpanan deposito valas BTN mencatatkan lonjakan tajam baik dari segmen individu maupun non-individu.
Retail Funding Division Head BTN, Frengky Rosadrian, mengungkapkan bahwa pasca kenaikan suku bunga deposito USD pada November 2025, pertumbuhan deposito valas BTN mencapai 84% untuk segmen individu dan 204% untuk segmen non-individu dalam kurun waktu dua bulan.
“Hal ini menjadi indikator adanya respons positif pasar terhadap kenaikan suku bunga valuta asing,” ujar Frengky kepada kontan.co.id, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Bunga Deposito Valas USD Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN Naik Jadi 4%
Ia menambahkan, jika dilihat berdasarkan posisi Desember 2025, kinerja deposito ritel BTN juga masih menunjukkan tren pertumbuhan yang solid dengan kenaikan sebesar 14,10% secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut mencerminkan minat nasabah yang tetap tinggi untuk menempatkan dana dalam bentuk simpanan valas di tengah dinamika nilai tukar dan kondisi pasar keuangan global.
Menurut Frengky, kenaikan bunga deposito valas turut efektif dalam menarik likuiditas valas, baik dari nasabah existing maupun dana baru, seiring meningkatnya daya tarik imbal hasil dibandingkan instrumen simpanan lainnya.
Baca Juga: Kenaikan Bunga Deposito Valas 4% Dorong Simpanan Valas Himbara Melonjak
Meski demikian, BTN tetap berhati-hati dalam mengelola pertumbuhan dana pihak ketiga. Memasuki 2026, perseroan akan lebih memfokuskan strategi penghimpunan dana pada pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA), sembari tetap mencermati kebijakan akuisisi deposito valas.
“Ke depan, tingkat suku bunga deposito akan terus kami kaji secara berkala dengan mempertimbangkan arah kebijakan BI rate, kondisi pasar, serta cost of fund bank,” pungkas Frengky.
Baca Juga: Himbara Naikkan Bunga Deposito Valas hingga 4%, Persaingan Perbankan Kian Ketat
Selanjutnya: Elon Musk Tuntut US$ 134 Miliar, Untung Besar jika OpenAI Terbukti Curang
Menarik Dibaca: 10 Manfaat Konsumsi Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
