Reporter: Ade Priyatin | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI berkomitmen dalam mendukung transisi energi nasional.
Dalam paparan roadmap transisi energi, SMI berupaya terus mendorong pembiayaan pembangunan berkelanjutan dengan melipatgandakan porsi pembiayaan energi baru terbarukan ( EBT) dan menekan pembiayaan berbasis batubara.
"Kami menjadi platform transisi energi, yaitu dengan percepatan pengakhiran proyek atau pembangkit motor atau fosil dan mengakselerasi pembiayaan proyek berbasis energi baru dan pembangkitan," jelas Direktur Utama SMI, Reynaldi Hermansjah, Selasa (3/3/26).
Baca Juga: Aset SMI Melesat Jadi Rp 121,3 Triliun di 2025, Ini Pemicunya!
SMI telah menyiapkan pendanaan besar untuk sektor EBT hingga tahun 2028.
Di 2026, SMI menyiapkan pembiyaan EBT sebesar Rp 33,10 triliun. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 30,98 triliun.
Kemudian untuk rencana tahun 2027, SMI menyiapkan pendanaan yang lebih besar yaitu Rp 40 triliun, sedangkan tahun 2028 naik menjadi Rp 48,80 triliun.
Sebaliknya, porsi pembiayaan untuk energi berbasis batubara terus ditekan. Pada tahun 2026 dianggarkan sebesar Rp 14,30 triliun. Lalu proyeksi dua tahun mendatang, pendanaan tersebut berkurang sangat drastis menjadi Rp 2,80 triliun pada tahun 2027 dan 2028.
Langkah ini sejalan dengan tekad SMI menjadi lembaga pembiayaan pembangunan yang menempatkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi utama bisnis.
Untuk mempertegas komitmen pembiayaan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, SMI juga berupaya melakukan sejumlah langkah strategis.
Beberapa di antaranya adalah fokus pada keberlanjutan dengan meningkatkan porsi pembiayaan infrastruktur di bidang iklim dan sosial sekaligus mendukung program pengurangan emisi karbon.
Baca Juga: Geopolitik Timur Tengah Memanas, PT SMI Klaim Portofolio Tetap Aman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













