Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited, per Desember 2025 aset SMI menyentuh angka Rp 121,3 triliun dan tumbuh sebesar 3,8% sejak tahun 2020—2025.
"Dari sisi neraca, aset PT SMI pada Desember 2025 adalah sebesar Rp 121,3 triliun," ujar Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti dalam pemaparan media briefing PT SMI pada Selasa (3/3/2026).
Selain itu, perseroan juga mencatatkan komitmen pembiayaan yang tumbuh sebesar 9.7% pada periode 2020—2025 atau naik sebesar Rp 168,7 triliun per Desember 2025.
Baca Juga: Lebaran, bank bjb Optimalkan Layanan Kantor & Digital Banking di Seluruh Wilayah
Adapun outstanding pembiayaan SMI tembus Rp 94,4 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan korporasi mendominasi sebesar 84% dengan nilai Rp 78,8 triliun, sedangkan porsi pembiayaan publik adalah 16% dengan nilai Rp 15,5 triliun.
Sebagai rincian, pembiayaan korporasi disalurkan melalui berbagai instrumen seperti kredit investasi 66,7%, pembiayaan syariah 17,7%, subordinasi 9,07%, penyertaan saham 4,8%, dan modal kerja 1,8%.
Pembiayaan tersebut kemudian dialirkan untuk proyek infrastruktur strategis, seperti jalan tol, ketenagalistrikan, transportasi, telekomunikasi, dan sektor lainnya.
Sementara itu, pembiayaan publik sebagian besar berasal dari dukungan terhadap Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencangkup porsi sebesar 98%. Kemudian 2% lainnya adalah pembiayaan reguler dengan sektor pembiayaannya adalah jalan dan jembatan dan rumah sakit.
Kinerja positif juga terlihat pada capaian laba bersih sebesar Rp 2,8 triliun dan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 4,03 tirliun per Desember 2025.
Baca Juga: KB Bank Selektif Salurkan Kredit ke Sektor Batubara
Ke depannya, SMI akan melanjutkan transformasi untuk menjadi institusi yang holistik.
Perseroan berkomitmen melakukan ekspansi sekaligus terus meningkatkan proses dan tata kelola dengan harapan dapat memperluas eksposur di bidang pembiayaan publik.
"Kami akan terus meningkatkan proses dan tata kelola pembiayaan publik dengan harapan dapat memperluas eksposur di bidang pembiayaan publik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












