kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tahun Depan, BI Cetak 5,5 Bilyet Uang Kertas Baru


Rabu, 17 September 2008 / 19:38 WIB
Tahun Depan, BI Cetak 5,5 Bilyet Uang Kertas Baru


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meskipun tahun tikus masih berjalan tiga bulan ke depan, Bank Indonesia (BI) sudah mempersiapkan pencetakan uang baru untuk tahun depan. Kalau tidak ada aral melintang, BI akan mencetak uang kertas baru sebesar 5,8 bilyet dan 1,4 miliar keping uang logam.

Kalau dibandingkan dengan tahun lalu yaitu 5,5 miliar bilyet, jumlah ini tidak banyak meningkat. Komposisinya pun masih tidak berubah. Sekitar  60% uang baru itu untuk pecahan kecil yaitu Rp 10.000 ke bawah. Sedangkan sisanya merupakan pecahan besar.

Oya, tahun depan, BI juga akan memenuhi janjinya untuk mengedarkan uang baru dengan nominal Rp 2.000. Uang baru ini akan dicetak sebanyak 1,2 miliar bilyet. Tadinya, uang dengan gambar muka Pangeran Antasari ini akan dirilis pada Juli tahun ini. "Kami minta maaf, karena masalah teknis, uang ini baru bisa dirilis tahun depan," kata Deputi Gubernur BI tahun Budi Rochadi, hari ini (17/9).

Selain itu, BI juga sekalian menguji coba kertas baru pada uang Rp 2.000 ini. Kertas ini dikenal dengan durable paper. Deputi Direktur Pengedaran Uang Yopie D Alimudin mengatakan, dengan kertas baru ini harga intrinsik si uang memang lebih mahal 1,3 kalinya. "Tapi, durabilitasnya bisa dua kali lipat dari yang sekarang," kata Yopie.

Untuk mempersiapkan pencetakan uang baru, Bank Indonesia juga akan melakukan pemusnahan uang tidak layak edar. Sampai pertengahan September ini, BI sudah melakukan penghancuran uang sebesar Rp 44 triliun. Jumlah ini setara dengan 43% uang yang masuk ke Bank Indonesia yakni sebesar Rp 108 triliun.

Sejatinya, BI sudah menyerahkan tugas pengelolaan peredaran uang layak edar pada perbankan. Jadi, sebisa mungkin hanya uang yang tidak layak edar saja yang disetor ke BI. Namun, Budi mengakui, BI akan menerima tugas ini lebih berat setelah Lebaran. Soalnya, setelah hari raya, uang akan kembali lagi masuk ke perbankan.

Sementara itu, Humas Perum Peruri Rendra Hernawa mengaku, belum mendapat permintaan pencetakan dari BI untuk tahun depan. Namun, dia mengaku, Peruri mampu mencetak permintaan sampai 6,6 miliar bilyet tahun depan. Tapi dengan catatan, permintaan uang pecahan besar berbanding uang pecahan kecil 50% : 50%. 

Agar semakin efisien, Perum Peruri juga akan penambahan beberapa perlengkapan mesin. Sebagian besar mesin ini akan diimpor dari Jerman. Saat ini, Peruri masih membicarakan anggarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×