kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BI Akan Mengedarkan Uang Kertas Pecahan Rp 2.000 di Akhir Tahun


Selasa, 01 Juli 2008 / 19:19 WIB
BI Akan Mengedarkan Uang Kertas Pecahan Rp 2.000 di Akhir Tahun


Sumber: KONTAN | Editor: Test Test

Jakarta. Bank Indonesia (BI) memastikan pecahan kertas se­nilai Rp 2.000 akan beredar se­belum akhir tahun ini. "Saat ini semua konsep sudah tuntas. Perkiraan kami, uang sudah bisa beredar sebelum November-Desember," kata Direktur Direk­torat Peredaran Uang BI Edi Siswanto, hari ini.

BI berkeinginan menerbitkan pecahan uang kertas senilai Rp 2.000 karena harga barang dan jasa yang terus meningkat. "Se­misal, harga tempe dulu Rp 500 sekarang Rp 1.000," tutur Edi. Karena inflasi terus berlari ken­cang, bank sentral menilai perlu ada pecahan uang yang lebih besar dari Rp 1.000.

Uang kertas Rp 2.000 yang akan terbit menampilkan gam­bar tokoh pahlawan nasional dari Kalimantan Selatan, yaitu Pangeran Antasari di sisi depan. Sedangkan di sisi belakang uang kertas berhiaskan gambar tarian adat Suku Dayak, yaitu tarian Giring-Giring.

BI punya alasan mengapa me­milih gambar tarian adat Dayak dan Antasari. "Ini merupakan sosialisasi adanya keanekara­gaman budaya," jelas Edi.

Ia memastikan pecahan ini akan dicetak oleh Perum Perce­takan Uang Republik Indonesia (Peruri). BI menilai Peruri me­miliki kemampuan untuk mela­kukan percetakan uang ini dan tentu saja sesuai ketentuan yang kini berlaku.

Sebelum percetakan ini ber­langsung BI akan mengadakan proses tender pengadaan kertas uang. Proses tender ini akan di­jadwalkan selama dua bulan se­jak Juli 2008.

Jumlah pecahan Rp 2.000 yang akan dicetak di tahun per­tama tidak akan besar. "Tahun ini, kami cetak paling banyak ratusan ribu bilyet saja," kata Edi. Sebagai perbandingan, BI mencetak pecahan uang Rp 1.000 sekitar dua miliar bilyet setiap tahunnya.

BI baru akan memperbanyak cetakan uang Rp 2.000 di tahun depan. "Kalau tahun depan jum­lah bilyet yang akan dicetak ti­dak jauh berbeda dengan pecah­an seribu," terang Edi.

BI sudah merencanakan pe­nerbitan pecahan uang Rp 2.000 ini sejak tahun 2007. Semula, BI berencana mencetak bilyet pe­cahan Rp 2.000 di luar negeri. Belakangan, BI membatalkan rencana tersebut dan mengalih­kan percetakan ke Peruri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×