kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Tak Cuma KPR, BTN Kini Serbu Industri dan UMKM di Jawa Barat


Minggu, 05 Juli 2026 / 16:55 WIB
Tak Cuma KPR, BTN Kini Serbu Industri dan UMKM di Jawa Barat
ILUSTRASI. BTN Raup Laba Rp 3,5 Triliun Sepanjang 2025 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memperluas fokus bisnis di Jawa Barat. Tak lagi hanya mengandalkan pembiayaan perumahan, bank pelat merah ini mulai menggarap berbagai sektor produktif melalui pendekatan ekosistem untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat Asvianti Handaru mengatakan, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah utama yang menopang pertumbuhan bisnis perseroan. Karena itu, BTN kini memperluas penetrasi ke berbagai sektor ekonomi, mulai dari kawasan industri, hotel, restoran, dan kafe (horeka), hingga bisnis transaksi perbankan.

"BTN pertumbuhannya memang difokuskan ke Jawa Barat. Dulu fokus kami hanya di sektor perumahan karena industri ini memiliki sekitar 160 sektor turunan yang ikut terdampak. Sekarang kami sudah bertransformasi dan menyasar seluruh industri," ujar Asvianti dalam siaran pers, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga: Transaksi Digital BTN Capai 191 Juta Transaksi pada Juni 2026, Setara 60% dari Target

Menurutnya, strategi bisnis BTN kini tidak lagi sebatas menyalurkan kredit. Perseroan juga membangun ekosistem layanan yang terintegrasi agar seluruh kebutuhan keuangan nasabah dapat dilayani dalam satu platform.

Sebagai contoh, pada sektor perhotelan BTN tidak hanya menawarkan pembiayaan, tetapi juga layanan transaksi, pengelolaan kas, hingga berbagai layanan perbankan lainnya.

"Misalnya di industri hotel, kami tidak hanya memberikan fasilitas kredit, tetapi juga layanan transaksinya. Seluruh kebutuhan ekosistemnya kami upayakan dapat dilayani oleh BTN," katanya.

Untuk memperkuat penetrasi pasar, BTN membagi wilayah Jawa Barat menjadi dua klaster bisnis. Area Jawa Barat 1 yang meliputi Bekasi Raya hingga Karawang difokuskan pada kawasan industri, sedangkan Jawa Barat 2 yang mencakup Bandung Raya hingga Cirebon menyasar sektor horeka.

Asvianti mengatakan, strategi tersebut didukung posisi BTN yang masih menjadi salah satu pemain utama pembiayaan di Jawa Barat. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS), BTN masuk dalam lima besar bank penyalur kredit di provinsi tersebut.

Khusus pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) program pemerintah, BTN bersama anak usahanya masih menjadi pemimpin pasar.

"BTN menempati peringkat pertama di Jabar 1, Jabar 2, maupun secara keseluruhan Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, BTN tetap mempertahankan fokus pada kredit program pemerintah yang porsinya mencapai sekitar 90% dari total pembiayaan perumahan. Program tersebut mencakup KPR subsidi, KUR Perumahan, hingga pembiayaan bagi pengembang (developer).

Baca Juga: BTN Perkuat Fee Based Income lewat Ekosistem Digital

"Komposisi porsinya tetap. Pertumbuhan kami dorong melalui peningkatan volume penyaluran," katanya.

Selain pembiayaan, BTN juga membidik peningkatan pendapatan berbasis transaksi. Perseroan menilai besarnya basis nasabah menjadi peluang untuk meningkatkan frekuensi transaksi sekaligus memperkuat loyalitas nasabah.

Saat ini, BTN memiliki sekitar dua juta nasabah di wilayah Jawa Barat. Menurut Asvianti, kebutuhan transaksi para nasabah sangat beragam, mulai dari pembayaran tagihan, belanja, makan, hingga berbagai aktivitas keuangan lainnya.

"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan keuntungan bank, tetapi memastikan seluruh kebutuhan transaksi nasabah dapat dilakukan melalui ekosistem BTN," jelasnya.

Ke depan, BTN juga akan memperluas penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta small and medium industries (SMI).

Perseroan juga melihat potensi besar dari sektor ekonomi kreatif, khususnya di Bandung. Menurut Asvianti, langkah Bank Indonesia yang tengah menyiapkan skema pembiayaan ekonomi kreatif diharapkan dapat memperluas akses pendanaan bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

"Kami melihat potensi ekonomi kreatif di Bandung sangat besar. Harapannya, sektor ini semakin mudah memperoleh akses pembiayaan sehingga dapat tumbuh lebih optimal," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×