Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BJB Syariah tetap melanjutkan ekspansi bisnis pada kuartal III-2026 meski industri perbankan menghadapi tekanan akibat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), dinamika nilai tukar rupiah, hingga ketidakpastian ekonomi global.
Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi mengatakan, kenaikan BI Rate menjadi 5,5% diharapkan dapat mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Namun, kebijakan tersebut juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya biaya dana (cost of fund) dan tantangan likuiditas bagi industri perbankan.
Baca Juga: Tak Cuma KPR, BTN Kini Serbu Industri dan UMKM di Jawa Barat
"Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat berdampak pada perbankan, khususnya terkait potensi meningkatnya biaya dana dan ketersediaan likuiditas," ujar Arief kepada Kontan.
Menurutnya, Bank BJB Syariah menyikapi kondisi tersebut dengan tetap menjaga daya saing melalui penawaran imbal hasil yang kompetitif serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Sementara itu, terkait kenaikan harga Pertamax, Arief menilai dampaknya terhadap inflasi diperkirakan tidak sebesar ketika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite.
"Kenaikan harga Pertamax diharapkan tidak terlalu berdampak terhadap inflasi karena berbeda dengan Pertalite yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat," katanya.
Arief menambahkan, kebijakan fiskal pemerintah juga akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, berbagai program pemerintah akan memberikan dampak positif apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan mengedepankan efisiensi.
"Selama pemerintah membelanjakan anggaran secara tepat sasaran dan efisien, kebijakan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan," ujarnya.
Di sisi konsumsi rumah tangga, Arief menilai daya beli masyarakat masih memiliki prospek yang cukup baik. Hal tersebut didukung oleh bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah, serta berbagai program pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Meski demikian, ia mengakui kenaikan harga Pertamax tetap berpotensi memengaruhi konsumsi masyarakat, meski dampaknya diperkirakan terbatas.
Baca Juga: Bos Bank Muamalat Pilih Ekspansi Bisnis Selektif di Tengah Ketidakpastian Global
"Pengaruhnya tidak akan sebesar apabila yang mengalami kenaikan adalah Pertalite sebagai BBM bersubsidi," katanya.
Lebih lanjut, Arief mengatakan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbuka tidak dapat terlepas dari dampak dinamika ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga volatilitas pasar keuangan internasional.
Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut juga membuka peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha sepanjang diimbangi dengan pengelolaan risiko yang memadai.
"Tantangan akan selalu ada, namun berbagai peluang juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan bisnis. Yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan mitigasi terhadap risiko-risiko yang muncul dari dinamika global tersebut," ujarnya.
Terkait kondisi politik domestik, Arief menilai dinamika politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Menurutnya, iklim usaha akan tetap kondusif selama pemerintah mampu mengelola dinamika tersebut secara baik dan menjaga konsistensi kebijakan.
"Diharapkan dinamika politik dapat dikelola dengan baik dan selaras dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi maupun dunia usaha," katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Bank BJB Syariah memastikan tetap menjalankan rencana ekspansi bisnis pada semester II-2026. Perseroan akan terus memantau perkembangan berbagai indikator ekonomi, mulai dari nilai tukar rupiah, inflasi, BI Rate, hingga daya beli masyarakat sebagai dasar penyusunan strategi bisnis.
"Bank terus mencermati perkembangan indikator ekonomi serta menyiapkan mitigasi risiko yang tepat agar tetap sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan," imbuh Arief.
Baca Juga: BCA Syariah Optimistis Ekspansi di Tengah Tantangan Ekonomi Global, Ini Strateginya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














