kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pegadaian Kelola 153,72 Ton Emas hingga Mei 2026, Bisnis Bullion Jadi Pemicu


Minggu, 05 Juli 2026 / 17:19 WIB
Pegadaian Kelola 153,72 Ton Emas hingga Mei 2026, Bisnis Bullion Jadi Pemicu
ILUSTRASI. Tring (Dok/Pegadaian)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) menyampaikan total kelolaan ekosistem emas mencapai 153,72 ton hingga Mei 2026.

Dari total nilai itu, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan di dalamnya termasuk layanan saldo menabung emas digital nasabah yang mencapai 20,1 ton. "Selain itu, produk cicil emas yang mencapai 4,8 ton," ujarnya kepada Kontan, Minggu (5/7/2026).

Untuk mendorong kinerja bullion ke depannya, Selfie mengatakan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi. Dia bilang strateginya adalah mengembangkan produk dan layanan bullion yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, baik secara retail maupun nasabah korporasi. 

Baca Juga: BI Rate Naik, BJB Syariah Akui Likuiditas Perbankan Kian Menantang

Selain itu, Pegadaian juga terus memperluas akses masyarakat melalui transformasi digital, salah satunya melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.  "Dengan demikian, layanan bullion makin mudah dijangkau," ucapnya.

Selfie menerangkan Pegadaian juga mengedepankan aspek penguatan kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti lembaga keuangan, pelaku industri, regulator, dan mitra lainnya.

Sebagai pelopor layanan bank emas di Indonesia, Selfie mengatakan strategi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja, tetapi juga penguatan ekosistem emas secara keseluruhan.

Sementara itu, Selfie menyampaikan pasar bullion di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Hal itu seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas dan masih luasnya peluang pengembangan layanan bullion di Indonesia. 

Oleh karena itu, dia menilai kehadiran pemain baru di bisnis bullion pada prinsipnya merupakan hal yang positif, sepanjang mampu memperkuat ekosistem, meningkatkan literasi dan inklusi layanan bullion, serta berjalan sesuai dengan ketentuan regulator. 

"Pegadaian memandang kolaborasi seluruh pelaku industri akan menjadi kunci dalam membangun pasar bullion yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan," kata Selfie. 

Sebagai informasi, Pegadaian sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan kegiatan bisnis bullion per 23 Desember 2024. Selain Pegadaian, ada juga Bank Syariah Indonesia (BSI) yang mendapatkan izin menjalankan kegiatan bullion. 

Baca Juga: Bos Bank Muamalat Pilih Ekspansi Bisnis Selektif di Tengah Ketidakpastian Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×