kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.862   19,00   0,11%
  • IDX 8.199   -66,45   -0,80%
  • KOMPAS100 1.155   -13,03   -1,12%
  • LQ45 828   -11,69   -1,39%
  • ISSI 294   -1,94   -0,65%
  • IDX30 431   -4,60   -1,05%
  • IDXHIDIV20 515   -6,39   -1,23%
  • IDX80 129   -1,50   -1,15%
  • IDXV30 142   -0,74   -0,51%
  • IDXQ30 139   -2,08   -1,47%

Tanggapi POJK UMKM, Samir Siap Sesuaikan Rencana Penyaluran dan Pelaporan


Senin, 15 September 2025 / 16:47 WIB
Tanggapi POJK UMKM, Samir Siap Sesuaikan Rencana Penyaluran dan Pelaporan
ILUSTRASI. Total pinjaman fintech mencapai Rp 80,07 triliun pada Februari 2025, tumbuh 31,06% dibanding Februari 2024. Sementara NPF fintech per Februari 2025 berada di 2,78%, menciut dari Februari tahun lalu yang masih di 2,95% tetapi naik secara bulanan.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menyambut positif terbitnya Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (POJK UMKM).

Direktur Teknologi Informasi Samir, Andreas menyebut, meski portofolio utama perusahaan masih berfokus pada pembiayaan multiguna atau atau konsumtif, dalam praktiknya Samir juga melayani segmen wiraswasta yang memanfaatkan pendanaan untuk kebutuhan usaha.

“Dalam praktik usaha kami juga melayani segmen wiraswasta yang menggunakan pendanaan untuk kebutuhan usaha,” ujarnya kepada Kontan, Senin (15/9/2025).

Ia menambahkan, ke depannya Samir akan menyesuaikan rencana penyaluran dan pelaporan sesuai dengan ketentuan OJK. Selain itu, perusahaan berencana mengoptimalkan pemanfaatan data alternatif agar proses pembiayaan dapat berlangsung lebih sederhana namun tetap prudent.

Baca Juga: Fintech Samir Masih Kaji Kesiapan Integrasi Sistem Payment ID

Menurut Andreas, tantangan terbesar ada pada upaya menyeimbangkan penyederhanaan persyaratan dengan kualitas pendanaan. “Kami percaya regulasi ini justru akan memperkuat ekosistem pembiayaan yang inklusif,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Regulasi ini diundangkan pada 2 September 2025 dan mulai berlaku dua bulan setelahnya.

Melalui beleid ini, bank maupun lembaga keuangan non-bank (LKNB) diharapkan bisa memberikan kemudahan pembiayaan bagi UMKM. Ketentuan yang diatur di antaranya, penyederhanaan persyaratan, skema pembiayaan sesuai karakteristik usaha, pengakuan kekayaan intelektual sebagai jaminan, pemanfaatan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA), serta penetapan biaya pembiayaan yang wajar.

Baca Juga: Ini Respons Samir Soal Adanya Ketentuan Pembatasan Pinjaman Borrower Fintech Lending

Selain kemudahan akses, OJK juga menekankan penerapan tata kelola dan manajemen risiko. Setiap bank dan LKNB diwajibkan menyusun rencana penyaluran pembiayaan UMKM serta menyampaikan realisasinya kepada regulator.

POJK UMKM ini berlaku bagi bank umum, BPR, bank syariah, BPR syariah, serta LKNB seperti perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, fintech lending, pergadaian, hingga LPEI dan PNM.

Baca Juga: Fintech Samir Catatkan Peningkatan Penyaluran Pembiayaan per Juni 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×