kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Taspen & BMRI kritik eksploitasi debitur pensiunan


Selasa, 30 April 2013 / 09:48 WIB
ILUSTRASI. Kenali Jenis Penyakit Kronis Yang Rentan Terjadi Di Usia Muda


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa

JAKARTA. Besarnya pasar pensiunan di Indonesia, membuat PT Taspen khawatir. Taspen tak ingin terjadi eksploitasi terhadap pensiunan tersebut. 

"Maksudnya, saya berharap pensiunan itu tidak dieksploitasi sebagai debitur," ucap Direktur Utama PT Taspen Agus Haryanto, Senin, (29/4). Beberapa bank menyasar pensiunan sebagai debitur dengan kemudahan pencairan kredit dan pemberian tenor yang tidak terlalu panjang.

Menurutnya, seharusnya ada persyaratan yang masuk akal atau lebih ketat bagi pemberian kredit terhadap pensiunan tersebut.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin pun melihat, selama ini adanya ketidakwajaran dalam pemberian kredit pensiun oleh beberapa bank. Sayang ia tak mau menyebut bank mana yang dimaksud.

Ia mencontohkan, selama ini bank yang menggarap pangsa pasar pensiun membolehkan seseorang mengajukan kredit saat usia 55 tahun dan diberi tenor 20 tahun. Jadi kredit tersebut baru lunas saat usianya 75 tahun. "Kalau dia tidak sampai umur 75, gimana dong kasihan," tutur Budi.

Ia mengklaim bahwa bank patungan antara PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Pos Indonesia, dan Taspen yang bernama Bank Sinar Harapan Bali akan mengatur standar supaya tak memberi bunga kredit yang terlalu tinggi dengan tenor yang tidak panjang.

Perlu diketahui, bank ini akan menyasar pasar kredit pensiunan, melalui outlet kantor pos, dan manajemen Mandiri. Disebut Agus bahwa bisnis pensiunan ini terlihat kecil, tapi sebenarnya besar sekali. Budi pun mengatakan, kredit pensiunan merupakan pasar yang menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×