kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.787   -31,00   -0,18%
  • IDX 8.083   160,30   2,02%
  • KOMPAS100 1.131   23,31   2,10%
  • LQ45 819   12,78   1,58%
  • ISSI 287   8,94   3,21%
  • IDX30 428   7,16   1,70%
  • IDXHIDIV20 512   6,59   1,30%
  • IDX80 126   2,58   2,09%
  • IDXV30 140   4,36   3,22%
  • IDXQ30 139   1,31   0,95%

BNI Catat Pertumbuhan Kredit Dua Digit, Bidik 8–10% di 2026


Selasa, 03 Februari 2026 / 12:34 WIB
BNI Catat Pertumbuhan Kredit Dua Digit, Bidik 8–10% di 2026
ILUSTRASI. Petugas Teller Bank BNI Melayani Nasabahnya (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja penyaluran kredit PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil melampaui target sepanjang 2025.

Meski demikian, perseroan tetap memasang target pertumbuhan yang moderat untuk tahun 2026.

Berdasarkan paparan perusahaan yang dikutip Selasa (3/2/2026), total kredit konsolidasi BNI mencapai Rp 899,5 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 15,9% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Baca Juga: Investasi Dapen di Pasar Modal Akan Dinaikkan Jadi 20%, Ini Kata ADPI

Dengan capaian tersebut, BNI melampaui target pertumbuhan kredit yang dipatok di kisaran 8–10%.

Pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh segmen business banking yang mencatatkan outstanding sebesar Rp 725,1 triliun, tumbuh 17,5% YoY.

Kontributor terbesar berasal dari segmen korporasi dengan outstanding Rp 518,2 triliun, meningkat 20,1% YoY.

Di dalam segmen korporasi, kredit kepada badan usaha milik negara (BUMN) mencatat pertumbuhan paling tinggi, melonjak 59,9% YoY menjadi Rp 181,9 triliun.

Sementara itu, kredit kepada korporasi swasta dan institusi tumbuh lebih moderat sebesar 5,9% YoY menjadi Rp 336,3 triliun.

Segmen menengah (middle) juga membukukan kinerja solid dengan outstanding kredit Rp 131,8 triliun, tumbuh 19,9% YoY.

Baca Juga: Adira Finance Targetkan Tingkat NPF Selalu Berada di Bawah 2,5%

Adapun segmen kecil (small) relatif stabil dengan outstanding Rp 75,1 triliun, meski terkoreksi 0,9% YoY seiring penurunan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 20,8% YoY menjadi Rp 26,3 triliun.

Di sisi konsumer, BNI mencatatkan outstanding kredit sebesar Rp 156,2 triliun, tumbuh 9,6% YoY.

Pertumbuhan ini didorong oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang mencapai Rp 72,7 triliun, naik 9,3% YoY, serta personal loan sebesar Rp 63,5 triliun, tumbuh 9,6% YoY.

Berdasarkan sektor industri, pertumbuhan kredit BNI hingga Desember 2025 didominasi sektor infrastruktur.

Secara tahunan, sektor ini menjadi kontributor utama dengan kenaikan outstanding kredit Rp 63,3 triliun, disusul sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp 12,6 triliun, serta sektor sumber daya alam sebesar Rp 7,6 triliun.

Baca Juga: BNI Bukukan Laba Bersih Rp 20 Triliun pada 2025, Fee Based Income Menopang Pendapatan

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BNI secara konsolidasi membaik menjadi 1,9% pada akhir 2025.

NPL segmen bisnis menengah turun dari 5,2% pada akhir 2024 menjadi 4,7%, sementara segmen bisnis kecil membaik dari 4,5% menjadi 3,5%.

Namun demikian, NPL pada segmen bisnis korporasi dan konsumer tercatat meningkat. NPL korporasi naik dari 0,7% menjadi 0,8%, sedangkan NPL konsumer meningkat dari 1,9% menjadi 2,7%.

Untuk tahun 2026, BNI menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 8–10%. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) dipatok pada rentang 3,5–3,8%, tidak melebihi realisasi 2025 yang sebesar 3,8%.

Sementara itu, biaya kredit (credit cost) ditargetkan berada di kisaran 1–1,2%, sejalan dengan realisasi tahun lalu sebesar 1,15%.

Selanjutnya: Fokus Pasar Domestik, Antam (ANTM) Tak Terdampak Kenaikan Harga Patokan Ekspor Emas

Menarik Dibaca: Fitur Canggih Vivo X200T: Android 16 dan AI Bikin Hidup Mudah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×