kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,32   20,55   3.06%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tembus Rp 558,7 triliun, penyaluran kredit BNI naik 14,7% hingga kuartal III


Rabu, 23 Oktober 2019 / 17:14 WIB
Tembus Rp 558,7 triliun, penyaluran kredit BNI naik 14,7% hingga kuartal III
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di kantor cabang Bank Negara Indonesia cabang jalan Sabang, Jakarta, Rabu (4/1). Hingga kuartal III 2019, BNI mencatatkan kredit sebesar Rp 558,7 triliun atau tumbuh 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. KONTAN/Cheppy A. Mu

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100) masih berhasil mencatatkan penyaluran kredit tumbuh dua digit. Pada kuartal III 2019, bank pelat merah ini mencatatkan kredit sebesar Rp 558,7 triliun atau tumbuh 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan kredit BNI ini terutama  ditopang oleh segmen korporasi dan segmen usaha kecil yang tumbuh masing-masing 18,1% yoy dan 19,2% yoy.

Baca Juga: Laba bersih Bank BNI naik 4,7% jadi Rp 12 triliun di kuartal III 2019

"Pertumbuhan kredit ini sekaligus menandai stabilnya percepatan fungsi intermediasi di tengah kondisi perekonomian yang menantang," kata Aria Bimo, Direktur Keuangan BNI di Jakarta, Rabu (23/10).

BNI mencatatkan penyaluran kredit korporasi sebesar Rp 291,7 triliun yang terdistribusi ke korporasi swasta sebesar Rp 181,1 triliun atau tumbuh 24,8% yoy  dan korporasi BUMN Rp 110,7 triliun atau tumbuh 8,6% yoy.

Kredit pada segmen korporasi terutama disalurkan pada sektor manufaktur,  perdagangan restoran dan hotel, jasa dunia usaha, konstruksi dan kelistrikan.

Agar kualitas kredit tersebut tetap terjaga, BNI menerapkan berbagai kebijakan antara lain pemberian kredit kepada high quality corporates, dan pembiayaan kepada corporates cash flow generator

Hal ini menunjukkan komitmen BNI untuk terus melakukan pembiayaan secara selektif kepada sektor-sektor industri yang memiliki risiko terukur untuk menjaga kualitas aset.

Baca Juga: Pendapatan komisi Bank BNI masih tumbuh subur di kuartal III 2019 ini

Adapun kredit usaha kecil pada kuartal III mencapai Rp 75 triliun. Pertumbuhan kredit di segmen menengah dijaga di level moderat sebesar 3,8% yoy dan  kredit konsumer tumbuh 13,1% yoy.

BNI mencatatkan kredit payroll masih sebagai kontributor utama pertumbuhan bisnis konsumer, dengan tumbuh 13,1% YoY. Perluasan kredit payroll dilakukan BNI dengan memfokuskan diri pada pemberian kredit pada karyawan institusi pemerintah dan BUMN, dimana hingga September 2019, kredit payroll kepada karyawan BUMN dan pemerintahan memberikan kontribusi sekitar 64,4% dari total kredit payroll.

Selain kredit payroll, BNI juga terus fokus menumbuhkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui berbagai perbaikan strategi antara lain perbaikan proses kredit mortgage, perubahan kebijakan tenor  menjadi lebih panjang bagi nasabah potensial, fokus ekspansi pada nasabah yang belum menggunakan produk KPR BNI, fokus pada nasabah berpendapatan tetap, serta ekspansi target ke generasi milenial.

Pada September 2019, BNI mencatatkan pertumbuhan KPR 9,5% secara tahunan atau mencapai Rp 43,1 triliun

Baca Juga: Bankir sepakat untuk mulai mengurangi ketergantungan pada deposito




TERBARU

Close [X]
×