kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Terkait Aksi Akuisisi Mandiri Inhealth, Begini Penjelasan Bos IFG


Selasa, 27 Februari 2024 / 19:44 WIB
Terkait Aksi Akuisisi Mandiri Inhealth, Begini Penjelasan Bos IFG
ILUSTRASI. Karyawan IFG Life melayani nasabah usai peresmian Customer Center yang berlokasi di Gedung Graha Niaga, Jakarta, Rabu (24/11). PT Asuransi Jiwa IFG Life meresmikan Customer Center yang dipersiapkan sebagai kantor pusat pelayanan untuk para calon nasabah baru maupun nasabah yang merupakan pemegang polis eks Jiwasraya.?(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (persero) atau Indonesia Financial Group (IFG) membeberkan aksi akuisisi yang dilakukan PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) ke PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) merupakan strategi pengembangan perusahaan di 2024.

Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, mengatakan pihaknya memiliki bidang usaha yang beragam di bidang asuransi dan penjaminan. Khusus untuk pengembangan asuransi jiwa dan kesehatan di IFG Life maka akuisisi Mandiri Inhealth diperlukan.

Short to medium term masih menjadi subsidary dari IFG Life dan masih ada porsi saham InHealth yang dikuasai Bank Mandiri,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (27/2).

Hexana mengungkapkan, pihaknya terus mempertahankan sinergi dengan ekosistem Bank Mandiri yang telah terjalin. Ke depan, kata dia, pihaknya bisa terus menjalin kerja sama atau melakukan merger bersama Bank Mandiri.

Baca Juga: IFG Life Akuisisi 70% Saham Mandiri Inhealth, Begini Kata Manajemen

“Kami pertahankan sinergi dengan ekosistem Bank mandiri yang sudah terjalin, tetapi jangka panjangnya mungkin saja untuk di merger dengan IFG Life,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hexana menambahkan, terkait akusisi Mandiri Inhealth nantinya IFG Life akan menguasai 80% saham dan 20% saham dimiliki oleh Bank Mandiri. Memang saat ini, IFG masih mengantongi 10% saham Mandiri Inhealth yang nantinya akan dimiliki pula oleh IFG Life.

“Porsi IFG akan berpindah atau dibeli IFG Life. Nilai (akuisisi) belum bisa saya sampaikan, saat ini masih CSPA (perjanjian jual beli saham bersyarat),” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan IFG Life Gatot Haryadi membenarkan aksi akuisisi Mandiri Inhealth oleh pihaknya. Dikatakan bahwa pihaknya akan menggenggam 70% saham Mandiri Inhealth, di mana sebelumnya IFG Life belum memiliki saham di perusahaan tersebut.

Baca Juga: IFG Life Bukukan Premi Unitlink Sebesar Rp 59 Miliar di Tahun Lalu

“Benar bahwa saat ini IFG Life berencana untuk melakukan pengambilalihan sebagian saham Mandiri Inhealth, sehingga ke depannya IFG Life akan memiliki 70% saham Mandiri Inhealth,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (27/2).

Gatot menjelaskan, aksi akuisisi terhadap Mandiri Inheatlh dilakukan sebagai bentuk dari pengembangan bisnis IFG Life di tahun 2024 dalam bidang asuransi kesehatan sesuai dengan Rencana Bisnis tahun ini.

“Saat ini proses akuisisi masih berjalan dan diharapkan dapat selesai sampai dengan mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak yang berwenang,” jelasnya.

Baca Juga: Perusahaan Asuransi Jiwa Kejar Pertumbuhan Premi Produk Unitlink

Berdasarkan laman Mandiri Inhealth, sejak 16 Juni 2022 saham perusahaan dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 80%. Selanjutnya PT Kimia Farma Tbk dan IFG mengantongi saham masing-masing sebesar 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×