kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Terkontraksi 1,97%, Pembiayaan Produktif Multifinance Rp 242,08 Triliun per Mei 2026


Senin, 13 Juli 2026 / 15:53 WIB
Terkontraksi 1,97%, Pembiayaan Produktif Multifinance Rp 242,08 Triliun per Mei 2026
ILUSTRASI. Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh Tipis di Juni 2025 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja pembiayaan produktif industri multifinance mengalami tekanan per Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan produktif multifinance per Mei 2026 mencapai Rp 242,08 triliun.

"Nilainya terkontraksi 1,97%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (10/7/2026).

Agusman mengatakan pembiayaan produktif memakan porsi 44,57% terhadap total pembiayaan multifinance per Mei 2026. Meski tertekan, dia memperkirakan masih ada ruang bagi pembiayaan produktif untuk tumbuh positif ke depannya, seiring adanya kebutuhan pembiayaan dari sektor tersebut.

Baca Juga: Per Mei 2026, OJK Catat 42 Perusahaan Multifinance Punya NPF Gross di Atas 5%

Sementara itu, OJK sempat menyampaikan terdapat sejumlah tantangan yang dirasakan multifinance dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Agusman mengatakan salah satu tantangannya berupa penguatan kualitas kredit debitur. 

"Selain itu, pengelolaan risiko yang sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan pelindungan konsumen," ungkapnya.

Oleh karena itu, Agusman menerangkan perusahaan multifinance perlu terus memperkuat kapasitas penilaian kredit, tata kelola, dan manajemen risiko. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan kepada UMKM dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: OJK: Kenaikan Harga BBM Berpotensi Tekan Kualitas Pembiayaan Multifinance

Terkait kinerja keseluruhan, total nilai pembiayaan industri multifinance mencapai Rp 513,19 triliun per Mei 2026. Nilainya tumbuh 1,71%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Mei 2026 sebesar 3,06%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,89%. 

Baca Juga: Naik 13,25%, Laba Bersih Multifinance Capai Rp 10,47 Triliun per Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×