Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keberadaan agen telah menjadi tulang punggung perbankan dalam melayani nasabah di daerah-daerah. Jumlah dan nilai transaksinya terus meningkat dari agen ini menunjukkan keberadaan yang tetap dibutuhkan.
Ambil contoh, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang mencatatkan jumlah agen hingga akhir tahun 2023 mencapai 740.000 agen. Dalam setahun terakhir, penambahan jumlahnya mencapai 100.000.
Jumlah penambahan agen tersebut juga tercatat melampaui target. Sebelumnya, BRI menargetkan penambahan jumlah AgenBRILink sebanyak 25.000 agen di akhir 2023. Pada nyatanya, jumlah agen bertambah 5 kali lipat dari yang ditargetkan.
Baca Juga: Holding Ultra Mikro Targetkan Bisa Layani 45 Juta Nasabah Unbankable Hingga 2024
Tak hanya itu, volume transaksi AgenBRILink selama 2023 tercatat lebih dari Rp 1,4 Kuadriliun atau tepatnya Rp 1.427 triliun. Capaian tersebut meningkat lebih banyak dari periode tahun 2022 yakni Rp 1,3 kuadriliun.
Direktur Jaringan dan Layanan BRI Andrijanto mengungkapkan AgenBRILink memiliki peran strategis dalam menyediakan akses keuangan, terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh layanan perbankan.
Melalui AgenBRILink, ia bilang bank yang memiliki fokus pada sektor UMKM ini dapat memperluas jangkauan layanan perbankannya sehingga masyarakat dapat menikmati layanan perbankan dengan lebih dekat dan lebih inklusif.
“Keberadaan AgenBRILink memberikan Fee Based Income kepada BRI senilai Rp.1,5 triliun di tahun 2023,” ujar Andrijanto.
Baca Juga: Jumlah Unit dan Transaksi Agen BRILink Naik di 2023
Sementara itu, Direktur Layanan dan Jaringan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ronny Venir bilang bahwa potensi bisnis dari BNI Agen46 yang merupakan bagian dari Branchless Banking ini masih sangat besar dan menjanjikan.
Sependapat dengan Andrijanti, Ronny menyebutkan keberadaan agen bermanfaat untuk menjangkau potensi pasar masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan. Sehingga, bisa mendorong pertumbuhan dana murah.
Selain itu, Ronny bilang BNI Agen46 juga menghasilkan pendapatan non bunga dari transaksi nasabah dan memberikan penghasilan tambahan bagi BNI Agen46 berupa fee dari transaksi yang dilakukan Nasabah di BNI Agen46.
Sampai dengan posisi Desember 2023, ia mencatat terdapat lebih dari 185.000 BNI Agen46 yang tersebar di lebih dari 6.000 Kecamatan dan 35.500 Kelurahan/Desa di seluruh pelosok negeri, dengan berbagai macam profesi dan jenis usaha, sebagian besar adalah Agen Warung Toko Sembako & Kelontong.
Baca Juga: Agen BRILink Catat Volume Transaksi Mencapai Rp 1.427 Triliun Sepanjang 2023
Ronny juga menyebut penghimpunan dana dari bisnis keagenan dari tahun ke tahun juga menunjukkan trend peningkatan. Hingga Desember 2023, dana yang dihimpun dari BNI Agen46 meningkat sebesar 34,7% secara YoY.
“BNI Agen46 terbukti mampu menjalankan fungsi layanan keuangan sebagaimana di outlet-outlet perbankan untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan masyarakat,” ujarnya.
Di 2024 sendiri, Ronny bilang pihaknya terus menargetkan ekspansi jumlah agen, jumlah transaksi dan persentase penghimpunan dana murah untuk tumbuh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Salah satunya dengan fokus ekpansi menjangkau area blankspot, area sekitar outlet BNI, area komersil dan pembentukan ekosistem transaksi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













