kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.974   29,00   0,16%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

BNI Terbitkan AT1 US$700 Juta, Kupon 7,15%, Perkuat Modal untuk Ekspansi


Jumat, 17 April 2026 / 06:11 WIB
BNI Terbitkan AT1 US$700 Juta, Kupon 7,15%, Perkuat Modal untuk Ekspansi
ILUSTRASI. Teller Bank BNI Melayani Nasabah (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI resmi melaksanakan aksi korporasi di pasar modal global dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities senilai US$ 700 juta atau setara Rp 11,99 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/4/2026), manajemen BNI menyatakan proses pembentukan harga (bookbuilding) telah rampung pada 15 April 2026. Instrumen ini menawarkan tingkat imbal hasil (distribution rate) sebesar 7,15% per tahun.

Baca Juga: Bank Mega Optimistis Layanan Bank Garansi Bertumbuh Tahun Ini

Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo menyampaikan, dana hasil penerbitan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis perseroan.

“Dana yang diperoleh dari penerbitan AT1 Baru ini akan digunakan untuk memperkuat struktur dan rasio permodalan Perseroan, serta mendukung ekspansi kegiatan usaha Perseroan,” ujarnya.

Instrumen ini bersifat subordinasi, tanpa jatuh tempo (perpetual), serta memiliki skema pembayaran yang tidak kumulatif.

Rencananya, surat utang ini akan dicatatkan di Singapore Exchange (SGX) dengan target penyelesaian transaksi (settlement) pada 22 April 2026.

Baca Juga: Rasio Kredit Bermasalah di Segmen KPR Non-Subsidi Meningkat pada Awal Tahun 2026

Manajemen menegaskan, penerbitan ini dilakukan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kewajiban penyediaan modal minimum bank umum.

Menariknya, instrumen ini diterbitkan di luar wilayah Indonesia dan tidak ditawarkan kepada investor domestik, baik individu maupun institusi.

Dari sisi regulasi, nilai penerbitan ini juga masih di bawah ambang batas 20% dari total ekuitas BNI per 31 Desember 2025.

Dengan demikian, aksi ini tidak tergolong sebagai transaksi material yang memerlukan persetujuan pemegang saham, mengacu pada POJK No. 17/POJK.04/2020.

Baca Juga: Sebanyak 13 Perusahaan Asuransi Siap Gandeng Dewan Penasihan Medis

Sebagai bagian dari proses penerbitan, BNI telah menandatangani subscription agreement dengan para manajer investasi pada 15 April 2026.

Langkah ini diharapkan semakin memperkuat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BBNI, sekaligus meningkatkan daya saing perseroan di tengah ketatnya industri perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×