Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan premi industri asuransi berada di kisaran 3%–6% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2026.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai target tersebut masih realistis untuk dicapai, meski menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan.
Baca Juga: Asippindo Dorong Tambahan Regulasi, Bidik Akselerasi Aset Penjaminan
Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, pencapaian target tidak hanya ditentukan oleh volume premi, tetapi juga kualitas bisnis yang dijalankan.
“Namun, pencapaiannya akan sangat bergantung pada kualitas pertumbuhan, bukan semata-mata volume,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, industri perlu memperkuat fundamental melalui peningkatan disiplin underwriting, penguatan manajemen risiko, serta pengembangan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, digitalisasi proses bisnis dan distribusi juga menjadi faktor penting, diiringi dengan penguatan sumber daya manusia.
AAUI juga menyoroti peluang pertumbuhan dari sejumlah lini, seperti perlindungan ritel, embedded insurance, asuransi parametrik, serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah.
Baca Juga: Izin MPPPE Dicabut OJK, Bank Neo Commerce Pastikan Tak Ganggu Operasional
“Proyeksi 3%–6% bukan mustahil, tetapi membutuhkan eksekusi yang jauh lebih disiplin dan selektif di tengah ketidakpastian global,” tambah Budi.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan bahwa proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan proteksi masyarakat serta dukungan terhadap program strategis pemerintah.
“Pertumbuhan premi yang masih moderat mencerminkan proses konsolidasi industri melalui penyesuaian model bisnis serta penguatan tata kelola pascareformasi regulasi,” jelasnya dalam keterangan tertulis RDK OJK.
Berdasarkan data terbaru OJK, premi asuransi komersial yang mencakup asuransi jiwa, umum, dan reasuransi mencapai Rp 62,37 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 3,5% YoY.
Sementara itu, klaim asuransi komersial tercatat sebesar Rp 38,63 triliun, meningkat 8,26% secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













