kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tiga sektor kredit penyebab NPL Bank Permata


Senin, 09 Mei 2016 / 10:02 WIB
Tiga sektor kredit penyebab NPL Bank Permata

Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Kenaikan kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) menjadi pekerjaan rumah terberat PT Bank Permata Tbk. Pasalnya, tren memburuknya kualitas kredit membuat bank patungan milik Astra International dan Standard Chartered Bank ini harus menanggung rugi bersih.  

Menatap akhir tahun, Bank Permata merancang tiga strategi andalan untuk bersih-bersih kredit bermasalah. Seperti diketahui, sepanjang kuartal 1 2016, NPL gross bank berkode saham BNLI ini melonjak 186 basis poin (bps) menjadi 3,48% dari sebelumnya 1,62%. Siapa saja pemberat baki NPL Bank Permata?


Mengacu laporan keuangan perseroan, ada tiga segmen kredit yang berkontribusi 74,39% terhadap NPL. Yakni, segmen kredit industri pengolahan, kredit perdagangan besar dan kecil dan kredit segmen transportasi, pergudangan dan komunikasi. Lebih rinci, kredit industri pengolahan tercatat menyumbang NPL sebesar Rp 1,09 triliun atau sebesar 27,27% dari total NPL.

Disusul kredit perdagangan besar dan kecil tercatat menyumbang NPL sebesar Rp 1,08 triliun atau sebesar 27%. Lalu, kredit transportasi, pergudangan dan komunikasi sebesar Rp 810 miliar atau 20,12%.

Sedangkan, kredit pertambangan dan penggalian hanya menyumbang 2,24% atau Rp 90 miliar. Selanjutnya, kredit komoditas seperti pertanian perburuan dan kehutanan menyumbang 2,46% atau Rp 99 miliar.

Direktur Wholesale Banking Bank Permata Anita Siswadi menegaskan, kredit terhadap perusahaan afiliasi bukan pemicu lonjakan NPL. "Kredit ke PT Astra Agro Lestari dan PT United Tractor sangat minimal dan tidak ada yang kredit macet," tandas Anita kepada KONTAN, pekan lalu.  

Agar NPL susut, Bank Permata akan selektif menyalurkan kredit kepada debitur lama. Bank Permata juga akan memonitoring secara ketat akun bermasalah atau yang berpotensi macet.

Strategi lain, melakukan restrukturisasi kredit bermasalah. Hingga akhir tahun nanti, Bank Permata juga bakal menyisihkan rasio pencadangan dengan jumlah mencukupi meski konsekuensinya akan menggerus pundi laba.
 




TERBARU

Close [X]
×