kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.746   12,00   0,07%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Tok! Bank Syariah Indonesia (BRIS) Putuskan Tebar Dividen Rp 1,51 Triliun


Selasa, 05 Mei 2026 / 19:12 WIB
Tok! Bank Syariah Indonesia (BRIS) Putuskan Tebar Dividen Rp 1,51 Triliun
ILUSTRASI. Layanan nasabah di Bank Syariah Indonesia (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (5/5/2026). Salah satu agendanya yakni, membagi dividen tahun buku 2025.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan bahwa pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih 2025 atau senilai Rp1,51 triliun. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 32,81 per saham.

“Sisanya sebesar 80% atau sekitar Rp 6,05 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan Perseroan,” ujarnya saat konferensi pers RUPST BSI, Selasa (5/5/2026).

Jumlah itu meningkat dari pembagian dividen tahun buku 2024 sebesar sebesar Rp 1,05 triliun atau setara Rp 22,78 per saham.

Dividen tunai emiten dengan kode saham BRIS ini akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham sesuai jadwal yang akan ditetapkan kemudian.

 

BSI memang belum memproyeksikan pembagian dividen secara agresif dalam waktu dekat. Perseroan masih memprioritaskan penguatan modal untuk menopang pertumbuhan bisnis yang dinilai tengah berada dalam fase ekspansi.

Sebelumnya, Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, sebagai bank yang masih berada pada tahap growing stage, alokasi laba lebih difokuskan untuk memperkuat permodalan dibandingkan pembagian dividen besar.

Kebutuhan modal dinilai penting guna mendukung ekspansi pembiayaan yang agresif. 

"Langkah ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis BSI yang pada 2025 mampu melampaui pertumbuhan industri dan diproyeksikan berlanjut pada 2026," ungkap Ade.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×