kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Transaksi Digital Perbankan Masih Tumbuh Subur


Minggu, 20 September 2026 / 15:50 WIB
Transaksi Digital Perbankan Masih Tumbuh Subur
ILUSTRASI. Pertumbuhan transaksi pembayaran digital nasional turut tercermin pada peningkatan aktivitas transaksi di sejumlah perbankan.  (Dok/Bank Mandiri)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan transaksi pembayaran digital nasional turut tercermin pada peningkatan aktivitas transaksi di sejumlah perbankan. 

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi pembayaran digital tumbuh 28,69% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juli 2026.

Di Bank Tabungan Negara (BTN), ambil contoh, jumlah transaksi digital hingga Juli 2026 telah mencapai 1,74 miliar transaksi. Angka tersebut melonjak 146% yoy. Dari sisi volume, transaksi digital BTN mencapai Rp 106,46 triliun atau tumbuh 40% yoy.

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyebut, pertumbuhan transaksi digital BTN sejalan dengan meningkatnya aktivitas nasabah dalam memanfaatkan layanan perbankan dan pembayaran digital.

"Sejalan dengan pertumbuhan transaksi digital nasional, transaksi digital BTN juga terus menunjukkan pertumbuhan yang positif," kata Thomas kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Perubahan POJK 27/2023, Dana Pensiun Bakal Diperbolehkan Investasi di Luar Negeri

Pencapaian ini terutama didorong oleh aplikasi balé by BTN yang menjadi platform utama nasabah untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi perbankan dan pembayaran secara digital.

Sejumlah layanan yang berkontribusi terhadap aktivitas transaksi di balé by BTN antara lain transfer melalui BI-FAST, transfer antar rekening BTN maupun antarbank, pembayaran menggunakan QRIS, pembelian token listrik, pembayaran berbagai tagihan, hingga top up dompet elektronik.

Thomas mengaku peningkatan aktivitas transaksi digital juga mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan penghimpunan dana BTN, meski ia tak merincikannya. Namun ia menegaskan, kanal digital tak cuman meningkatkan frekuensi transaksi, tetapi juga memperkuat ekosistem digital dan hubungan bank dengan nasabah.

BTN menargetkan jumlah transaksi digital dapat mencapai 2,5 miliar transaksi hingga akhir tahun ini. Target tersebut bakal didukung melalui penguatan ekosistem digital, pengembangan layanan serta program promosi dan apresiasi untuk meningkatkan aktivitas transaksi nasabah.

Aktivitas transaksi digital juga terus meningkat di Bank Mandiri. Hingga akhir Agustus 2026, aplikasi Livin' by Mandiri telah digunakan sekitar 42,2 juta pengguna dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar transaksi.

Selain Livin', platform digital Bank Mandiri untuk segmen bisnis, Kopra by Mandiri, telah memiliki 385,3 ribu pengguna terdaftar. Frekuensi transaksi melalui Kopra mencapai 1,05 miliar transaksi.

Peningkatan aktivitas transaksi digital tersebut turut menopang pendapatan berbasis komisi atau fee based income bank. Dalam periode yang sama, fee income bank secara bank only tumbuh 12,9% yoy.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebut, pertumbuhan tersebut antara lain ditopang recurring fee based income dari Livin' dan Kopra, sejalan dengan meningkatnya frekuensi serta ragam transaksi nasabah pada kedua platform tersebut.

Novita bilang pihaknya bakal terus memperkuat kapabilitas digital seiring dengan pertumbuhan transaksi. "Ke depan, kami akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital Bank Mandiri," katanya.

Baca Juga: Meneropong Pergerakan Saham Perbankan Kala The Fed Patok Suku Bunga Tinggi

Bank Mandiri juga terus memperluas fungsi Livin' tak hanya sebagai kanal transaksi, tetapi juga untuk kebutuhan finansial lain seperti pembukaan deposito dan tabungan rencana, investasi, serta layanan lifestyle.

Sementara pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri digunakan untuk membantu pelaku usaha mengelola transaksi dan arus kas. Ekosistem digital tersebut juga dilengkapi Livin' Merchant untuk penerimaan pembayaran.

Novita mengatakan Bank Mandiri akan terus memperluas ekosistem digital melalui Livin', Kopra, dan jaringan layanan lainnya agar dapat menyesuaikan kebutuhan nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×