kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.323   112,00   0,65%
  • IDX 7.454   -87,96   -1,17%
  • KOMPAS100 1.016   -14,78   -1,43%
  • LQ45 726   -10,00   -1,36%
  • ISSI 270   -3,09   -1,13%
  • IDX30 398   -3,35   -0,84%
  • IDXHIDIV20 489   -3,28   -0,67%
  • IDX80 114   -1,53   -1,33%
  • IDXV30 140   -0,66   -0,47%
  • IDXQ30 128   -0,91   -0,71%

Transaksi Pembayaran Digital Tembus 14,82 Miliar, Tumbuh 37,7% di Kuartal I-2026


Kamis, 23 April 2026 / 10:10 WIB
Diperbarui Kamis, 23 April 2026 / 10:24 WIB
Transaksi Pembayaran Digital Tembus 14,82 Miliar, Tumbuh 37,7% di Kuartal I-2026
ILUSTRASI. PT Prismalink International (Plink) (DOK/PT Prismalink International (Plink))


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital Indonesia tetap melesat pada kuartal I-2026.

Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I-2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, pertumbuhan ini didorong oleh semakin luasnya akseptasi pembayaran digital serta peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Dari sisi kanal, transaksi melalui mobile banking tumbuh 11,82% YoY, sementara internet banking meningkat 17,13% YoY. Adapun transaksi berbasis QRIS mencatat lonjakan paling tinggi, yakni mencapai 116,43% YoY.

Baca Juga: BTN dan Indosat Kolaborasi Beri Layanan Keuangan Digital, Ini Tujuannya

“Pertumbuhan transaksi digital tetap tinggi didukung sistem pembayaran yang aman dan andal,” ujar Perry saat konferensi pers RDG BI, Kamis (23/4/2026).

Di sisi infrastruktur, sistem BI-FAST juga mencatat kinerja impresif. Volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh 30,82% YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp 3.519 triliun.

Sementara itu, transaksi nilai besar melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,46 juta transaksi atau sedikit terkontraksi 0,20% YoY. Meski demikian, dari sisi nominal, transaksi BI-RTGS tetap tumbuh 11,26% YoY menjadi Rp 51.490 triliun.

Dari sisi uang kartal, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tercatat mencapai Rp 1.347 triliun atau tumbuh 8,59% YoY pada kuartal I-2026.

BI menilai stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, didukung oleh infrastruktur yang stabil serta struktur industri yang semakin sehat.

Baca Juga: Dorong Inklusi Keuangan, Bimasakti Hadirkan Solusi Pembayaran Digital

Hal ini tercermin dari kelancaran Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri, serta interkoneksi antar pelaku yang terus menguat.

Ke depan, BI akan terus memperkuat struktur industri sistem pembayaran, khususnya pada aspek manajemen risiko dan keandalan infrastruktur teknologi. Langkah ini sejalan dengan implementasi regulasi terbaru terkait pengaturan industri sistem pembayaran.

Selain itu, BI juga memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×