kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tugure Nilai Gejolak Geopolitik Bisa Berdampak terhadap Industri Reasuransi


Selasa, 05 Mei 2026 / 12:17 WIB
Tugure Nilai Gejolak Geopolitik Bisa Berdampak terhadap Industri Reasuransi
ILUSTRASI. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) (DOK/IST)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak geopolitik makin memanas dipicu konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih berlanjut.

Mengenai hal itu, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menilai kondisi itu bisa berdampak terhadap industri reasuransi. 

Meski demikian, Direktur Teknik Tugure Djoko Slamet Prasetiyo mengatakan dampaknya terhadap perusahaan belum terasa sampai kuartal I-2026.

"Dampaknya pasti ada. Apakah kondisinya sudah mulai terasa? Mungkin belum. Sebab, pencapaian Tugure pada kuartal I-2026 masih on track sesuai planning maupun design planning," ungkapnya dalam konferensi pers di kantor Tugure, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: JMA Syariah Terapkan Sejumlah Strategi Ini Guna Mengendalikan Angka Klaim

Djoko tak memungkiri memang sempat ada perhatian dari Tugure akibat konflik tersebut, karena adanya kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Selain itu, ada beberapa reasuradur luar yang menarik kembali coverage, sehingga risiko untuk daerah tersebut dikecualikan.

Jika konflik terus berlanjut, Djoko menilai bisa saja berdampak terhadap pengecualian untuk coverage plan, terutama untuk kargo, pengiriman, hingga marine hull ke depannya. 

Dia juga bilang adanya konflik geopolitik di Timur Tengah yang memanas bisa saja dampaknya merembet ke segala aspek, seperti peningkatan kurs, kemudian kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan lainnya. 

Djoko berpendapat jika kelangkaan minyak terjadi akibat gejolak geopolitik tentu saja bisa berpengaruh ke harga, stabilitas ekonomi, hingga penerbangan di seluruh dunia. Dia menyebut hal itu juga yang diwaspadai perusahaan ke depannya.

Baca Juga: Tugure Angkat Bicara Mengenai Rencana Konsolidasi Reasuransi BUMN

"Jadi, memang secara makro, kami rasa pasti akan memberikan dampak. Sebab, yang terjadi di Indonesia saat ini cukup terdampak secara global. Mudah-mudahan, hal itu tidak terlalu memberikan pengaruh buruk terhadap premi retrosesi dan risk appetite reasuradur luar terhadap risiko di Asia-Pasifik," tuturnya.

Sementara itu, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menyampaikan kondisi geopolitik Timur Tengah dapat mempengaruhi bisnis reasuransi. Dia bilang pasar reasuransi global bisa menjadi hardening. Sebab, untuk risiko di atas kapasitasnya, reasuradur lokal bergantung pada retrosesi dari raksasa global seperti Lloyd's, Swiss Re, dan Munich Re, dan lainnya. 

Oleh karena itu, Irvan menilai pasar reasuransi global yang tadinya melunak pada awal 2026, kini berbalik arah. 

"Dipicu beberapa reasuransi besar sudah memasukkan klausul eskalasi yang memungkinkan mereka membatalkan coverage jika konflik memburuk," ucapnya.

Meski konflik geopolitik memanas, Irvan berpendapat masih ada ruang pertumbuhan bagi bisnis reasuransi pada 2026. Namun, dia bilang risiko bisnis juga masih cukup besar, sehingga menuntut kehati-hatian perusahaan reasuransi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×