kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Tumbuh 63%, Samir Catatkan Penyaluran Pembiayaan Rp 3 Triliun per Agustus 2026


Senin, 14 September 2026 / 17:18 WIB
Tumbuh 63%, Samir Catatkan Penyaluran Pembiayaan Rp 3 Triliun per Agustus 2026
ILUSTRASI. Ilustrasi Peer to Peer Lending (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatat penyaluran pembiayaan tumbuh dobel digit. Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan penyaluran pembiayaan Samir mencapai Rp 3 triliun per Agustus 2026. 

"Nilainya bertumbuh sebesar 63%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,8 triliun," ungkapnya saat media gathering, Sabtu (12/9/2026).

Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, Handy menyampaikan jumlah peminjam yang berasal dari masyarakat atau para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia tumbuh 60% secara Year on Year (YoY) per Agustus 2026.

Lebih lanjut, Handy mengatakan Samir menargetkan pembiayaan sesuai rencana bisnis sebesar Rp 6,2 triliun sampai akhir tahun. Dia tak memungkiri bahwa terdapat gap yang memang masih terus dikejar sampai saat ini.

Handy berharap lewat sejumlah upaya yang dilakukan, termasuk fokus menyalurkan pembiayaan UMKM ke luar Pulau Jawa, Samir bisa mencapai target yang dicanangkan tersebut. 

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Pembiayaan, Samir Buka Peluang Kerjasama dengan Lender Institusional

"Kami selalu berusaha dan harapan kami bisa sesuai dengan yang sudah direncanakan," tuturnya.

Untuk mencapai target itu, Handy mengatakan pihaknya juga tak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan kerja sama dengan lender, khususnya perbankan. Dia bilang Samir akan terus berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan bank-bank lain maupun layanan keuangan formal lainnya dengan skema channeling.

Sementara itu, Handy mengungkapkan hingga saat ini, sudah ada 12 lender institusi di Samir. Dia bilang tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Adapun tiga lender institusi lainnya berasal dari luar negeri.

"Kehadiran tiga lender institusi dari perbankan makin memperlihatkan kepercayaan dari korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diimplementasikan oleh Samir makin kuat,” kata Handy.

Menurut Handy, saat ini, Samir sedang menjajaki kerja sama strategis baru dengan beberapa bank lainnya untuk menjadi lender institusional perusahaan. Oleh karena itu, dia menyebut Samir akan tetap memperhatikan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan selalu mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen. 

Baca Juga: Fintech Samir Salurkan Pembiayaan Kumulatif Rp 7,8 Triliun ke 5,3 Juta Akun Borrower

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×