Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai simpanan atau tabungan di industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) mencapai Rp 0,63 triliun atau Rp 630 miliar per Juli 2026. Nilainya meningkat 8,62%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 0,58 triliun atau Rp 580 miliar.
Mengenai hal itu, Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Indonesia (Aslindo) menilai peningkatan simpanan tak terlepas dari kepercayaan masyarakat makin meningkat terhadap industri ini.
Selain itu, Ketua Umum Aslindo Burhan mengatakan faktor lainnya adalah tersedianya layanan tabungan hari raya dan tabungan pendidikan yang menjadi unggulan bagi LKM.
Baca Juga: Per Juli 2026, OJK Catat 42 Perusahaan Multifinance Punya NPF Gross di Atas 5%
"Hal itu menjadi salah satu yang mendorong peningkatan tersebut dan banyak diminati oleh masyarakat. Terdapat juga tabungan berjangka dengan pelayanan yang mudah dan cepat, sehingga masyarakat tertarik untuk menabung di LKM," katanya kepada Kontan, Senin (14/9).
Lebih lanjut, Burhan optimistis nilai simpanan LKM masih bisa membukukan pertumbuhan hingga akhir tahun ini. Meski demikian, dia tak memungkiri adanya tantangan yang bisa memengaruhi nilai simpanan industri, yakni terkait LKM yang belum menjadi anggota Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"LKM sangat membutuhkan LPS, agar masyarakat makin yakin untuk menyimpan dananya di LKM," ucap Burhan.
Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai aset industri LKM per Juli 2026 mencapai Rp 1,64 triliun. Jika ditelaah, nilainya tumbuh 3,14%, dibandingkan posisi Juli 2025 yang sebesar Rp 1,59 triliun.
OJK juga mencatat, penyaluran pinjaman LKM per Juli 2026 mencapai Rp 1,05 triliun. Adapun penyaluran pinjaman LKM per Juli 2026 tercatat sama dengan capaian posisi per Juli 2025 maupun per Juni 2026.
Sebelumnya, Aslindo menyampaikan industri LKM perlu menerapkan sejumlah upaya guna meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman. Burhan menerangkan salah satu upayanya, yakni penyelenggara LKM perlu meningkatkan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas. Dia bilang hal itu perlu terus digencarkan agar LKM makin dikenal masyarakat.
Burhan mengatakan LKM juga perlu terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan. Dia bilang asosiasi juga mendorong LKM untuk melaksanakan sertifikasi bagi pengurus dan mengedepankan penguatan tata kelola yang baik. Ditambah, melakukan kerja sama dengan lembaga lain dalam hal permodalan dan penguatan sumber daya manusia.
Baca Juga: Sentimen Pergantian Menkeu Angkat Saham Big Banks, Simak Rekomendasi Analis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














