kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Turunkan NPL 2,7%-2,8%, Bank Mandiri akan lakukan write off Rp 12 triliun


Selasa, 24 April 2018 / 20:41 WIB
ILUSTRASI. Paparan kinerja Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk menargetkan rasio kredit bermasalah (NPL) pada akhir 2018 sebesar 2,7%-2,8%. Target NPL bank berkode BMRI ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi NPL 2017 sebesar 3,46%.

Kartika Wirjoaatmodjo, Presiden Direktur Bank Mandiri bilang untuk mencapai target NPL ini Bank Mandiri akan melakukan hapus buku atau write off kredit bermasalah sebesar Rp 10 triliun-Rp 12 triliun sepanjang tahun 2018.

"Hapus buku yang dilakukan pada kuartal I-2018 sebesar Rp 3,4 triliun," kata Tiko dalam paparan kinerja kuartal I-2018, Selasa (24/4).

Meskipun Bank Mandiri memproyeksi NPL mengalami penurunan namun pada tahun ini diperkirakan akan ada peningkatan NPL di segmen wholesale banking sebesar Rp 1 triliun-Rp 5 triliun.

Mandiri mencatat NPL sampai kuartal I-2018 sebesar 3,32% atau turun 66 bps secara yoy. NPL pada kuartal I-2018 sebesar 3,32% ini menurut Tiko disumbang oleh tiga segmen utama.

Penyumbang NPL pertama adalah middle corp dengan NPL 10,48%. Kedua adalah dari kredit UKM 4,12% dan ketiga adalah NPL dari konsumer 2,15%.

Dengan perbaikan NPL pada kuartal I-2018, rasio pencadangan bank juga mengalami penurunan. Tercatat provisi kredit bermasalah pada kuartal I-2018 Rp 31 triliun atau turun dibandingkan periode sama 2017 Rp 34,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×