kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Unitlink Makin Dilirik Nasabah, Premi Tumbuh 21,92% hingga Juli 2026


Selasa, 08 September 2026 / 18:47 WIB
Unitlink Makin Dilirik Nasabah, Premi Tumbuh 21,92% hingga Juli 2026
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi unitlink mencapai Rp 28,59 triliun hingga Juli 2026.? (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk unitlink masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah perkembangan industri asuransi jiwa. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi unitlink mencapai Rp 28,59 triliun hingga Juli 2026.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, perolehan premi tersebut tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Nilainya tumbuh 21,92%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (8/9).

Ogi menyampaikan, produk unitlink berkontribusi sebesar 25,65% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa. Adapun total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 111,44 triliun hingga Juli 2026.

Baca Juga: DPK BRI Tumbuh 6,7% Jadi Rp1.580,7 Triliun Didominasi CASA

Nilai tersebut tumbuh 7,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, pertumbuhan premi unitlink tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total premi industri asuransi jiwa.

Menurut Ogi, perkembangan tersebut menunjukkan produk unitlink masih memiliki ruang untuk bertumbuh di pasar asuransi jiwa. Meski demikian, perusahaan asuransi tetap perlu memperhatikan kualitas produk serta kesesuaian produk dengan kebutuhan dan profil risiko konsumen.

Selain itu, transparansi mengenai manfaat proteksi dan risiko investasi juga menjadi faktor penting yang perlu diperkuat dalam pemasaran produk unitlink.

OJK juga melihat prospek pertumbuhan unitlink masih terbuka pada periode mendatang. Namun, Ogi memperkirakan pertumbuhan tersebut akan berlangsung secara lebih selektif sejalan dengan perubahan preferensi nasabah serta penguatan tata kelola produk.

Baca Juga: BPKH Belum Lepas 82,69% Saham, Bank Muamalat Masih Menanti Investor Baru

Ogi menjelaskan, unitlink masih memiliki daya tarik bagi masyarakat, terutama bagi nasabah yang membutuhkan kombinasi manfaat perlindungan asuransi dan potensi hasil dari investasi.

Dia berharap perusahaan asuransi terus memastikan produk unitlink dipasarkan secara transparan serta disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan nasabah.

Dengan penerapan prinsip tersebut, pertumbuhan produk unitlink diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap industri asuransi jiwa, tetapi juga dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×