Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asabri (Persero) terus meningkatkan literasi keuangan peserta aktif melalui Program Pelatihan Pengelolaan Uang dan Dana Investasi (PUNDI). Program ini dilaksanakan di 32 Kantor Cabang Asabri di seluruh Indonesia dengan total 3.503 peserta.
Program PUNDI melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mitra kerja pembayaran Asabri, yakni BSI, BRI, Bank Mantap, dan BTN, serta sejumlah lembaga pendidikan di berbagai daerah. Lewat program ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan finansial, investasi, serta pencegahan penipuan dan kejahatan digital.
Asabri berharap program ini dapat membantu peserta lebih bijak mengelola keuangan, memahami risiko investasi, dan mempersiapkan kebutuhan finansial untuk masa depan.
Direktur Utama PT Asabri (Persero), Jeffry Haryadi P. Manullang, mengatakan edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap penipuan digital merupakan bagian dari upaya perusahaan memberikan perlindungan dan manfaat yang relevan bagi peserta.
Ia bilang, melalui Program PUNDI, Asabri berkomitmen membekali peserta dengan pemahaman keuangan secara menyeluruh, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang berisiko merugikan.
Baca Juga: Transformasi Asabri Berjalan, Aset Tumbuh Solid
"Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan OJK, mitra kerja pembayaran Asabri, serta sejumlah institusi pendidikan di Jakarta, Balikpapan, Kendari, Makassar, dan Pontianak,” ujar Jeffry dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Program tersebut sejalan dengan visi Asabri menjadi pengelola asuransi sosial yang tepercaya, profesional, dan peduli terhadap kesejahteraan peserta. Edukasi ini menyasar Prajurit TNI, Anggota Polri, serta ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri, dengan materi pengelolaan keuangan, investasi, serta pencegahan penipuan digital.
Manfaat program juga dirasakan peserta. Nova Rudhian Pradana Yudha, peserta Asabri dari Kesdam V/Brawijaya di Malang, menilai materi PUNDI meningkatkan pemahamannya mengenai pengelolaan uang dan investasi sekaligus pentingnya menjaga keamanan data pribadi.
Menurutnya, peserta diingatkan untuk tidak membagikan data pribadi dan kode OTP, serta selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi terhadap instruksi yang mengatasnamakan Asabri maupun petugas pajak. Ia juga berencana membagikan informasi tersebut kepada keluarga dan rekan agar manfaat edukasi semakin luas.
Baca Juga: Pemerintah Belum Bayar Utang ke TASPEN dan ASABRI
Pelaksanaan PUNDI turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan keuangan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Perusahaan Asabri, Okki Jatnika, mengatakan materi PUNDI dirancang sesuai kebutuhan peserta, mulai dari perencanaan keuangan hingga perlindungan terhadap kejahatan digital.
“Melalui PUNDI, kami berupaya menghadirkan edukasi keuangan yang dekat dengan kebutuhan peserta. Materinya mencakup berbagai aspek pengelolaan keuangan dan perlindungan dari modus kejahatan digital agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Okki.
Melalui program ini, Asabri berkomitmen memperkuat pemahaman finansial peserta sejak masa aktif berdinas sebagai bagian dari upaya mendukung kesejahteraan peserta secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














