Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli
Sampai dengan September 2024, Bank Raya telah menyalurkan dana talangan kepada kurang lebih 36.000 Agen dengan total penyaluran sebesar Rp 11,88 Triliun, tumbuh 69% yoy dan outstanding Rp 580 miliar atau tumbuh 195% yoy.
Ia juga bilang kontribusi dari sinergi ekosistem BRI Group terhadap kinerja bisnis digital Bank Raya terus meningkat.
Dari total kredit digital yang tercatat sebesar Rp 1,8 triliun, maka kontribusi produk-produk kolaborasi dengan BRI Group terus meningkat dari sebelumnya 71% terhadap total kredit digital pada September 2023 menjadi 83% pada September 2024.
“Bank Raya masih melihat bahwa masih banyak peluang bisnis yang dapat diperoleh melalui sinergi dan optimalisasi bisnis BRI Group,” ujarnya.
Baca Juga: Meningkat di 2024, Cermati Perkembangan Modal Inti Bank-Bank Jumbo
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiatmadja yang menyebut persaingan bank digital sangat kompetitif. Ia memperkirakan akan ada bank-bank digital yang tidak bisa bertumbuh lagi bisnisnya.
Oleh karenanya, ia bilang dukungan ekosistem menurut Jahja penting untuk membangun perkembangan bisnis bank digital. Hal ini juga yang diberikan BCA Group kepada anak usahanya BCA Digital untuk membantu perkembangan bisnisnya.
Lebih lanjut Jahja menyebut, sejak sekitar 6 tahun lalu dari sekitar 15 bank digital yang ada di tanah air, bisa dihitung jari bank digital mana yang dapat diperhitungkan dan bertahan.
"Kami bersyukur, bank digital kami (BCA Digital) sudah bikin profit. Profitnya ada Rp 100 miliar. Nah ini lumayan besar bagi satu small company. Persaingannya keras banget, dan kita have to survive dari persaingan yang keras ini," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News