Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sesuai tenggat waktu, Kementerian Keuangan rampung menyetorkan triliunan rupiah ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk membayar kredit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, itu tak serta-merta berarti pembayaran utang KDMP berjalan lancar.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan, pada dasarnya pemerintah telah menyiapkan total dana Rp 37 triliun untuk membayarkan kredit KDMP pada jatuh tempo pertama 25 September 2026.
Dana jumbo itu ditempatkan di Himbara dalam bentuk escrow account. Sebagai informasi, escrow account adalah fasilitas rekening penampungan sementara yang digunakan untuk menyimpan dana sampai semua persyaratan transaksi terpenuhi.
“Kemenkeu telah menempatkan dana untuk pembayaran di bank Himbara sesuai yang jatuh tempo dalam bentuk escrow account,” katanya kepada Kontan, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Cicilan KDMP ke Himbara Tak Molor, Ekonom Soroti Skemanya
Nah, Juda bilang pencairan dana di escrow account untuk pembayaran kredit KDMP ini membutuhkan satu hal yang krusial, yakni verifikasi dan validasi koperasi terkait. Namun, ia tak membeberkan berapa banyak persisnya koperasi yang telah diverifikasi dan validasi agar bank bisa mencairkan dana.
Menariknya, dalam riset UOB Kay Hian tanggal 21 September 2026, Bank Negara Indonesia (BNI) menyatakan bahwa proses verifikasi masih jauh tertinggal dari jadwal. “Hanya tiga dari sekitar 24.000 bangunan yang telah diverifikasi dan belum ada yang secara resmi diserahterimakan,” demikian tertulis, dikutip Rabu (7/10/2026).
Pada gilirannya, kondisi ini berpotensi menunda pembayaran pertama hingga Oktober 2026. Dengan kata lain, meski pemerintah telah memenuhi kewajibannya untuk menyediakan dana, Himbara tak bisa langsung menariknya sebagai pembayaran kredit.
Analis UOB Kay Hian Posmarito Pakpahan menjelaskan, kegagalan pembayaran berdasarkan perjanjian yang ada, pada gilirannya, dapat menyebabkan eksposur bank berpindah ke kolektabilitas 2 dan berujung pada peningkatan pencadangan.
Baca Juga: Bank Himbara Kebut Dukungan ke Program Prioritas, dari MBG hingga Kopdes Merah Putih
Namun begitu, Posmarito bilang plafon kredit KDMP yang belum dicairkan dapat menjadi jembatan sementara untuk pembayaran cicilan pertama.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengacu pada data di situs resmi Simkopdes (Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) bahwa terdapat 36.289 koperasi yang telah terverifikasi dan 27.734 koperasi yang telah 100% dibangun.
Namun, ia tak mengonfirmasi apakah jumlah tersebut sudah setara dengan kebutuhan verifikasi dan validasi Himbara untuk mencairkan kredit.
Kontan mencoba mengonfirmasi hal ini kepada BNI, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank penyalur yang perlu menanggung beban risiko kredit ini. Namun, ketiganya enggan berkomentar.
Baca Juga: OJK Dorong Industri PVML Berkontribusi di Program Kopdes Merah Putih dan MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














