kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Volatilitas rupiah tinggi, Bank Mandiri: BI 7 DRRR masih berpeluang naik di tahun ini


Rabu, 17 Oktober 2018 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. Paparan Kinerja Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memproyeksi masih akan ada kenaikan bunga acuan BI 7 day reverse repo rate  sebesar 25 basis poin (bps) sampai akhir 2018. Hal ini disampaikan Herry Gunardi Direktur Bank Mandiri dalam paparan kinerja, Rabu (17/10).

Seperti diketahui, dari awal tahun sampai September 2018, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan bunga acuan 150 bps menjadi 5,74%.

“Diperkirakan bunga acuan BI 7DRR rate masih akan naik 25 bps seiring dengan masih tingginya volatilitas dollar Amerika Serikat terhadap rupiah,” kata Herry dalam paparan kinerja, Rabu (17/10).

Seiring dengan kenaikan bunga acuan ini, Bank Mandiri juga mencatat bunga deposito sudah mulai meningkat. Bahkan menurut catatan Bank Mandiri, di bank swasta dan kecil bunga depositonya sudah mencapai 7,5%-8%.

Menurut Bank Mandiri, dengan porsi deposito 25% dari dana pihak ketiga (DPK) tidak terlalu berpengaruh ke peningkatan biaya dana bank. Menurut Herry kenaikan bunga deposito hanya mempengaruhi kenaikan biaya dana sekitar 50bps-75bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×