Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform dompet digital PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) mencatatkan pertumbuhan kinerja transaksi marketplace pada semester I-2026.
Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar mengatakan baik dari sisi volume maupun nilai transaksi marketplace di LinkAja tumbuh 10% secara tahunan.
Selain itu, transaksi marketplace di LinkAja juga berkontribusi sekitar 8% terhadap pertumbuhan transaksi e-wallet.
"Sejalan dengan pertumbuhan transaksi digital yang terus berkembang di Indonesia, transaksi marketplace melalui LinkAja juga menunjukkan kinerja yang positif sepanjang semester I-2026," ujarnya kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: LinkAja Catatkan Pertumbuhan Kinerja pada Semester I-2026
Katanya, pencapaian ini mencerminkan kalau marketplace menjadi salah satu kanal transaksi yang relevan bagi pengguna LinkAja, terutama untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, kinerja transaksi marketplace yang positif ini mencerminkan bahwa aktivitas belanja digital masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi dan tekanan daya beli.
Kata Yogi, transaksi marketplace di LinkAja didorong oleh berbagai segmen pembelian, misalnya produk digital khususnya produk telekomunikasi dan Payment Point Online Bank (PPOB).
Baca Juga: BI Perluas Kebijakan MDR QRIS 0% Mulai Oktober 2026, Ini Respons LinkAja
Dengan itu, aktivitas belanja digital saat ini tidak hanya didorong oleh kebutuhan konsumtif semata, tetapi juga kebutuhan yang bersifat esensial dan memiliki frekuensi penggunaan yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
Di samping itu, transaksi digital di LinkAja masih ditopang oleh berbagai use case, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian BBM, QRIS di merchant, dan layanan kebutuhan harian lainnya.
Meski begitu, Yogi menegaskan kalau marketplace masih menjadi salah satu kontributor penting dalam mendorong aktivitas transaksi pengguna LinkAja.
Baca Juga: Transaksi Digital Melejit, Volume Transaksi LinkAja Tumbuh 13% di Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














