kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.860   17,00   0,10%
  • IDX 8.197   -67,90   -0,82%
  • KOMPAS100 1.155   -13,40   -1,15%
  • LQ45 828   -11,85   -1,41%
  • ISSI 294   -2,09   -0,71%
  • IDX30 431   -4,88   -1,12%
  • IDXHIDIV20 515   -5,88   -1,13%
  • IDX80 129   -1,56   -1,19%
  • IDXV30 142   -0,77   -0,54%
  • IDXQ30 139   -1,89   -1,34%

Walau corona merebak, transaksi uang elektronik berbasis kartu belum terganggu


Rabu, 18 Maret 2020 / 20:26 WIB
Walau corona merebak, transaksi uang elektronik berbasis kartu belum terganggu
ILUSTRASI. Kasir peragakan transaksi di kasir Prima Freshmart menggunakan Co-Branding TapCash Prima Freshmart seusai jumpa pers di Grha BNI, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019). Transaksi uang elektronik berbasis kartu belum terganggu malau virus corona masih merebak. W


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Saat ini penggunaan TapCash memang didominasi untuk transaksi di segmen transportasi, komposisinya sebesar 47,24% dari total volume transaksi. Sementara sepanjang tahun lalu, transaksi TapCash tercatat mencapai 62,84 miliar dengan nilai Rp 13,71 triliun.

Hal senada juga disampaikan oleh Senior Vice President Transaction Banking and Retail Sales PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Thomas Wahyudi. Ia mengaku sejauh ini memang belum ada perubahan berarti terkait penyebaran virus corona dengan transaksi e-money, uang elektronik berbasis kartu milik Bank Mandiri.

Baca Juga: Buyback saham, Bank Mestika Dharma kucurkan dana Rp 100 miliar

“Transaksi e-money hingga 15 Maret 2020 relatif stabil dengan rata-rata 3 juta transaksi senilai Rp 45 miliar per hari,” kata Thomas kepada Kontan.co.id.

Penggunaan e-money saat ini juga didominasi di sektor transportasi sebesar 90% dari sektor transportasi. Utamanya sebagai alat pembayaran tol, dan transportasi publik seperti bus, dan kereta dalam kota.

Tahun ini perseroan menargetkan transaksi e-money bisa tumbuh hingga 20%. Sementara tahun, lalu bank berlogo pita emas ini mencatat volume transaksi sebanyak 1,2 miliar dengan nilai mencapai Rp 16 triliun.

Baca Juga: Satu pegawai Bank BNI meninggal dunia, begini kata manajemen

Sementara Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indoensia Tbk (BBRI) Handayani mengaku masih akan memantau dampak dari penyebaran virus corona terhadap transaksi uang elektronik perseroan yaitu Brizzi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×