kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Waspadalah, waspadalah! Ini ragam modus pembobolan rekening bank


Sabtu, 07 September 2019 / 05:00 WIB


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus pembobolan rekening bank nasabah kembali terjadi belakangan, setelah pekan lalu lini masa Instagram diramaikan akun @Wisnukumoro yang mengaku isi rekeningnya di Jenius BTPN raib pada 29 Agustus 2019 dan diduga akibat ulah peretas.

Pembobolan diketahui berawal dari pesan masuk ke ponselnya berisi kode verifikasi untuk masuk ke akun. Permintaan lantas dia tolak.

Merasa curiga, akun kemudian ia blokir tetapi tidak berhasil. Hingga akhirnya peretas berhasil masuk dan secara bertahap menguras rekeningnya dalam waktu seharian.

Baca Juga: Nasabahnya kena skimming Rp 80 juta, BRI berikan tips transaksi yang aman

BTPN pun tengah melakukan proses investigasi dan dana simpanan nasabah telah dikembalikan oleh pihak Jenius.

Head of Digital Banking BTPN Irwan S. Tisnabudi mengatakan, pihaknya juga melakukan edukasi agar nasabahnya memahami pentingnya keamanan data.

"Antara lain mengedukasi nasabah agar membedakan email dan password untuk kebutuhan transaksi perbankan dengan kebutuhan yang lain (e-commerce, social media, maupun aplikasi-aplikasi lainnya), serta mengganti PIN dan password secara berkala," ujar dia ketika dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jumlah nasabah Jenius yang rekeningnya dibobol lebih dari satu?

Sementara analis digital forensik Ruby Alamsyah menjelaskan, pada kasus Wisnu Kumoro tersebut, pelaku kejahatan melakukan modus hacking atau peretasan terhadap keamanan aplikasi mobile Jenius.

"Kemungkinan besar pelaku menggunakan teknik SIM Swap, sehingga pelaku bisa mengakses ke data OTP yang dikirim ke nomer seluler korban yang terdaftar dalam aplikasi tersebut," ujar dia kepada Kompas.com, Jumat (6/9).




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×