kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Zurich Syariah Nilai Potensi Penurunan Suku Bunga BI Berdampak Positif bagi SBSN


Minggu, 01 Februari 2026 / 16:38 WIB
Zurich Syariah Nilai Potensi Penurunan Suku Bunga BI Berdampak Positif bagi SBSN
ILUSTRASI. Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) menilai potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada tahun ini dapat berdampak terhadap instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Asal tahu saja, sepanjang 2025, BI melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak 125 basis poin (bps) menjadi 4,75%.

Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia, Hilman Simanjuntak mengatakan potensi penurunan suku bunga BI dapat berdampak positif terhadap harga SBSN yang cenderung menguat.

"Meskipun demikian, imbal hasil penerbitan SBSN baru kemungkinan akan lebih rendah," katanya kepada Kontan, Minggu (1/2/2026).

Lebih lanjut, Hilman menerangkan SBSN tetap relevan sebagai pilihan investasi bagi asuransi syariah, terlebih di tengah ketidakpastian global. Dia mengatakan SBSN menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara imbal hasil dan risiko, sekaligus mendukung tujuan perusahaan dalam pengelolaan portofolio secara prudent dan berkelanjutan.

Baca Juga: Zurich Syariah Fokus Dorong Pertumbuhan Asuransi Syariah Berkelanjutan pada 2026

Mengenai strategi penempatan investasi tahun ini, Hilman mengatakan Zurich Syariah masih akan memilih SBSN sebagai prioritas utama investasi. Mengingat stabilitas dan karakteristik jangka menengah hingga panjang instrumen tersebut. 

Namun, dia bilang pihaknya juga akan menerapkan diversifikasi portofolio berbasis syariah, meliputi deposito syariah, SBSN, serta sukuk korporasi. 

"Kami juga senantiasa membuka peluang diversifikasi ke instrumen lain yang menawarkan potensi imbal hasil menarik dengan risiko yang tetap terukur, menyesuaikan dengan perkembangan dan dinamika pasar yang ada," ucap Hilman.

Baca Juga: Zurich Syariah Nilai Peluang Pertumbuhan Asuransi Syariah Masih Besar pada 2026

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi industri asuransi syariah mencapai Rp 40,20 triliun per November 2025. Nilainya meningkat 12,42% secara YoY. 

Sementara itu, penempatan investasi di SBSN per November 2025 mencapai Rp 17,26 triliun pada 2025, atau naik 19,86% YoY, dengan porsi sebesar 42,93% terhadap total portofolio investasi. 

Baca Juga: Zurich Syariah Nilai Aturan Spin Off UUS Positif bagi Industri Asuransi Syariah

Selanjutnya: Jamkrida Sumbar: Tingginya NPL UMKM Dapat Berdampak bagi Kinerja Penjaminan

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×