Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) menilai peluang pertumbuhan industri asuransi syariah cukup besar pada 2026.
Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia, Hilman Simanjuntak, mengatakan hal itu didukung penetrasi asuransi syariah yang masih rendah dan adanya peningkatan aktivitas ekonomi.
"Selain itu, kolaborasi strategis dengan ekosistem syariah, termasuk organisasi keagamaan dan institusi keuangan syariah, juga menjadi peluang penting untuk memperluas penetrasi pasar," katanya kepada Kontan, Rabu (7/1).
Untuk Zurich Syariah, Hilman menyebut pihaknya akan mengoptimalkan berbagai peluang yang ada untuk mendorong kinerja pada 2026. Meski ada peluang yang bisa dioptimalkan, Hilman menyebut ada juga tantangan yang bisa menghambat kinerja pada 2026.
Dia menyebut salah satunya dinamika ekonomi global hingga cuaca ekstrem yang berisiko memutus infrastruktur sebagai kemungkinan yang perlu diantisipasi.
Baca Juga: Asuransi Zurich Pastikan Keuangan Tetap Kuat Meski Klaim Bencana Meningkat
"Oleh karena itu, Zurich Syariah selalu mengedepankan manajemen risiko yang andal hingga kecepatan layanan dan transparansi sebagai salah satu langkah nyata untuk memenuhi harapan peserta," ujar Hilman.
Pada 2026, Hilman menyampaikan Zurich Syariah tetap optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan positif yang telah berhasil dicatatkan pada 2025.
Zurich Syariah mencatatkan pertumbuhan kontribusi bruto sebesar 16% secara year on year (YoY) per Desember 2025. Sayangnya, tak disebutkan nilai premi yang dibukukan.
Hilman hanya menjelaskan pertumbuhan itu diraih melalui strategi optimalisasi distribusi, peningkatan kualitas pelayanan, hingga program literasi dan edukasi keuangan syariah dengan menggandeng berbagai pihak, baik dari pemerintah hingga sesama industri asuransi.
Berdasarkan kinerja terakhir, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset perusahaan asuransi umum syariah mencapai Rp 10,22 triliun per Oktober 2025. Nilai itu tercatat meningkat 9,54% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Zurich Indonesia Telah Implementasikan PSAK 117 Sejak Tahun Lalu
Adapun aset perusahaan asuransi jiwa syariah mencapai Rp 37,05 triliun per Oktober 2025. Nilai itu tercatat meningkat 9,45% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kontribusi atau pendapatan premi yang dibukukan perusahaan asuransi syariah, baik umum maupun jiwa, menunjukkan peningkatan per Oktober 2025. Adapun kontribusi asuransi syariah sebesar Rp 21,67 triliun per Oktober 2025. Nilai itu meningkat sebesar 2,95% jika dibandingkan pencapaian pada periode sama tahun lalu.
Selanjutnya: Zurich Syariah Nilai Aturan Spin Off UUS Positif bagi Industri Asuransi Syariah
Menarik Dibaca: 4 Tipe Wanita yang Paling Rentan Terkena Kista Ovarium, Cek Sekarang Juga!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













