Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membeberkan kelebihan dan kekurangan produk endowment.
Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan produk endowment merupakan salah satu jenis asuransi jiwa tradisional yang menawarkan dua manfaat utama, yaitu manfaat perlindungan jiwa dan manfaat nilai tunai atau uang pertanggungan pada saat jatuh tempo.
Emira menerangkan karakteristik itu menjadikan produk endowment cocok digunakan sebagai instrumen perencanaan keuangan jangka menengah hingga panjang, seperti persiapan dana pendidikan, dana pensiun, atau tujuan keuangan lainnya.
Baca Juga: AAJI Proyeksikan Produk Endowment Masih Berpeluang Tumbuh pada 2026
Dia menyebut keunggulan utama produk itu terletak pada kepastian manfaat, karena nilai jatuh tempo umumnya telah dijamin dalam polis dan tidak dipengaruhi oleh fluktuasi pasar keuangan.
"Selain itu, produk endowment umumnya juga dilengkapi dengan manfaat nilai tunai yang dapat dimanfaatkan sebelum jatuh tempo. Misalnya, melalui fasilitas gadai polis, sehingga memberikan fleksibilitas tambahan bagi pemegang polis dalam kondisi tertentu," ucapnya kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).
Dari sisi administrasi, Emira menyampaikan apabila kebutuhan perlindungan nasabah meningkat di kemudian hari, umumnya diperlukan pembelian polis baru karena penambahan uang pertanggungan (top up) tidak dapat dilakukan pada polis yang sama.
Oleh karena itu, dia menerangkan penting bagi calon pemegang polis untuk memahami secara menyeluruh karakteristik produk endowment, termasuk manfaat dan keterbatasannya. Ditambah, menyesuaikan juga dengan tujuan, kebutuhan perlindungan, dan ekspektasi keuangan jangka panjang masing-masing nasabah.
Baca Juga: AXA Mandiri Proyeksikan Premi Endowment Tumbuh pada Tahun 2026
Secara keseluruhan, Emira menyebut bahwa produk endowment merupakan bagian dari produk asuransi jiwa tradisional saat ini masih menunjukkan kinerja yang solid.
Dia mengatakan per September 2025, produk asuransi jiwa tradisional mendominasi sekitar 63% dari total pendapatan premi industri asuransi jiwa, dengan nilai premi sebesar Rp 83,98 triliun.
"Nilainya tumbuh 7%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir (2022–2024), rata-rata pertumbuhan premi produk tradisional tercatat 16,8%," ujar Emira.
Selanjutnya: Indonesia Scraps Plan to Introduce B50 Biodiesel This Year
Menarik Dibaca: Promo Member Day Marugame Udon Spesial 14 Januari, Fuji-san Mabo Udon Hanya Rp 50.000
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
