kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

AAJI Catat Premi Bisnis Baru Industri Asuransi Jiwa Meningkat pada Kuartal I-2026


Jumat, 05 Juni 2026 / 22:11 WIB
AAJI Catat Premi Bisnis Baru Industri Asuransi Jiwa Meningkat pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Ini Kata AAJI Soal Efek Kenaikan Yield Obligasi terhadap Investasi Asuransi Jiwa (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan pendapatan premi bisnis baru industri asuransi jiwa mengalami peningkatan pada kuartal I-2026. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menerangkan pendapatan premi bisnis baru asuransi jiwa secara weighted mencapai Rp 10,71 triliun pada kuartal I-2026.

"Nilainya meningkat 1,5%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," katanya dalam konferensi pers AAJI di Jakarta Selatan, Selasa (2/6). 

Lebih lanjut, Albertus menyampaikan pendapatan premi bisnis baru asuransi jiwa un-weighted mencapai Rp 27,90 triliun pada kuartal I-2026. Nilainya meningkat 5%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Aset Perusahaan Penjaminan Mencapai Rp 46,73 Triliun per April 2026

Terkait kinerja positif tersebut, Albertus mengatakan peningkatan premi bisnis baru menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelindungan asuransi masih tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi pada awal tahun ini. Dia bilang kinerja positif tersebut juga didukung oleh meningkatnya minat terhadap produk unitlink, khususnya premi tunggal atau single premi. 

"Hal itu menunjukkan bahwa segmen masyarakat dengan kapasitas finansial yang lebih kuat, kebutuhan terhadap produk yang mengombinasikan pelindungan dan investasi tetap terjaga, sehingga relatif tidak terdampak oleh kondisi ekonomi saat ini," ucapnya.

Sementara itu, Albertus menyampaikan pendapatan premi asuransi jiwa secara lanjutan mencapai Rp 19,37 triliun pada kuartal I-2026. Nilainya terkontraksi 7,5%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Meski premi lanjutan terkontraksi, Albertus menjelaskan kondisi tersebut tetap memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap kinerja industri. Dia menyebut premi lanjutan tetap menjadi fondasi penting dalam keberlanjutan industri, karena mencerminkan komitmen nasabah dalam mempertahankan pelindungan jangka panjang yang dimiliki.

Baca Juga: Respons Dugaan Pelanggaran Sales Agen Eksternal, Akulaku Tegaskan Zero Tolerance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×