kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Dorong Kinerja Asuransi Properti, Asuransi Umum Perlu Terapkan Strategi Ini


Selasa, 14 Juli 2026 / 15:52 WIB
Dorong Kinerja Asuransi Properti, Asuransi Umum Perlu Terapkan Strategi Ini
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyampaikan industri asuransi umum perlu menerapkan sejumlah strategi guna mendorong kinerja premi asuransi properti hingga akhir 2026.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan salah satu strateginya, yakni industri perlu terus memperkuat kualitas underwriting, seleksi risiko, dan inspeksi objek pertanggungan.

"Ditambah, memastikan kecukupan tarif dan nilai pertanggungan sesuai dengan profil risiko masing-masing," ujarnya kepada Kontan, Selasa (14//2026).

Baca Juga: Hingga Mei 2026, OJK Memblokir 32.453 Rekening Terindikasi Judi Online

Budi menerangkan hal itu penting agar pertumbuhan bisnis tetap sehat, sekaligus mengurangi risiko underinsurance, terutama di tengah meningkatnya biaya konstruksi, material, mesin, dan penggantian aset.

Selain itu, Budi mengatakan industri asuransi umum juga perlu lebih proaktif menangkap peluang dari berbagai program pembangunan pemerintah. Contohnya, program 3 juta rumah, pembangunan dan revitalisasi infrastruktur, pengembangan kawasan industri, serta percepatan hilirisasi sumber daya alam. 

"Program-program tersebut berpotensi menciptakan aset-aset baru yang membutuhkan perlindungan asuransi, baik pada tahap pembangunan maupun setelah memasuki masa operasional," tuturnya.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Budi menyebut perusahaan asuransi perlu memperkuat kolaborasi dengan pengembang, kontraktor, perbankan, pengelola kawasan industri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pelaku usaha yang terlibat dalam berbagai proyek pemerintah dan investasi. 

Baca Juga: BRI Finance Salurkan Pembiayaan Rp1,7 Triliun hingga Mei 2026

Dia bilang keterlibatan sejak tahap perencanaan memungkinkan perlindungan diberikan secara menyeluruh, mulai dari risiko konstruksi melalui Construction All Risks dan Erection All Risks, hingga perlindungan aset ketika telah beroperasi melalui asuransi properti, machinery breakdown, dan business interruption.

Secara keseluruhan, AAUI optimistis peluang pertumbuhan premi lini asuransi properti di industri asuransi umum masih terbuka hingga akhir 2026. Hal itu seiring dengan berlanjutnya aktivitas investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri, hilirisasi sumber daya alam, serta kebutuhan perlindungan terhadap aset dunia usaha. 

Asal tahu saja, data AAUI mencatat, pendapatan premi asuransi properti tumbuh sebesar 6,5% Year on Year (YoY), menjadi Rp 8,31 triliun per Maret 2026. Adapun nilai klaim asuransi properti mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,7% YoY, menjadi Rp 2,64 triliun per Maret 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×