kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.890   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.020   2,72   0,03%
  • KOMPAS100 1.126   0,77   0,07%
  • LQ45 815   2,67   0,33%
  • ISSI 286   -0,24   -0,08%
  • IDX30 431   1,73   0,40%
  • IDXHIDIV20 523   5,56   1,07%
  • IDX80 126   0,23   0,19%
  • IDXV30 142   1,55   1,10%
  • IDXQ30 138   0,75   0,54%

AAUI Beberkan Penyebab Premi Perusahaan Reasuransi Tertekan pada 2025


Selasa, 03 Maret 2026 / 09:25 WIB
AAUI Beberkan Penyebab Premi Perusahaan Reasuransi Tertekan pada 2025


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) membeberkan penyebab premi perusahaan reasuransi tertekan per akhir 2025. Berdasarkan data AAUI, pendapatan premi perusahaan reasuransi pada 2025 mencapai Rp 17,82 triliun, atau terkontraksi sebesar 17,3% secara Year on Year (YoY).

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan mengatakan salah satu pemicunya karena adanya premi reasuransi yang masih ditempatkan ke luar negeri. Dia bilang kondisi tersebut dipicu faktor kapasitas reasuransi domestik yang memang menjadi salah satu pertimbangan perusahaan asuransi dalam mengalihkan risiko. 

"Khususnya untuk risiko-risiko besar dan kompleks, seperti energi, aviasi, marine, maupun risiko katastropik dengan akumulasi tinggi," ucapnya kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: AAUI: Pendapatan Premi Reasuransi Mencapai Rp 17,82 Triliun per Akhir 2025

Walaupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meningkatkan persyaratan ekuitas minimum untuk memperkuat permodalan, Budi berpendapat peningkatan modal tidak otomatis langsung meningkatkan risk appetite maupun kemampuan teknis untuk seluruh jenis risiko.

Selain itu, dia bilang terdapat juga kebutuhan mengenai diversifikasi risiko dan dukungan reasuradur dengan peringkat atau rating internasional tertentu, terutama untuk bisnis yang mensyaratkan standar keamanan global. 

"Struktur program reasuransi yang terintegrasi dengan pasar internasional juga menjadi faktor yang memengaruhi arus premi tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Kinerja Industri Reasuransi Diproyeksikan Tetap Tumbuh, Ini Pendorongnya

Ke depannya, Budi menyampaikan perlu sejumlah upaya yang dilakukan reasuransi nasional agar dapat menyerap lebih banyak premi. Dia bilang upayanya, seperti penguatan modal yang diiringi peningkatan kualitas underwriting dan manajemen risiko, pengembangan kompetensi aktuaria dan modeling risiko, serta optimalisasi kerja sama antara asuransi dan reasuransi dalam negeri sebelum penempatan ke luar negeri.

Asal tahu saja, jika ditelaah berdasarkan paparan data AAUI per akhir 2025, kinerja reasuransi ditopang 3 lini utama, yakni properti dengan premi sebesar Rp 9,58 triliun, kemudian marine cargo sebesar Rp 1,32 triliun, lalu engineering atau rekayasa sebesar Rp 1,27 triliun.

Sementara itu, klaim yang dibayar perusahaan reasuransi mencapai Rp 6,65 triliun per akhir 2025. Nilainya mencatatkan perbaikan atau menurun sebesar 24% secara YoY. 

Baca Juga: Indonesia Re Bongkar Biang Kerok Premi Reasuransi Seret

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×