kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.337   56,35   0,68%
  • KOMPAS100 1.172   8,85   0,76%
  • LQ45 845   7,67   0,92%
  • ISSI 297   2,63   0,89%
  • IDX30 447   5,35   1,21%
  • IDXHIDIV20 535   6,08   1,15%
  • IDX80 131   0,88   0,68%
  • IDXV30 145   2,76   1,93%
  • IDXQ30 144   1,46   1,03%

Kinerja Industri Reasuransi Diproyeksikan Tetap Tumbuh, Ini Pendorongnya


Rabu, 25 Februari 2026 / 14:32 WIB
Kinerja Industri Reasuransi Diproyeksikan Tetap Tumbuh, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. Modal reasuransi global capai rekor US$760 Miliar, tapi laba lokal terancam. Pahami risiko klaim bencana yang mengintai profitabilitas. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reasuransi pada 2025 diproyeksikan tetap tumbuh positif di tengah pergeseran komposisi bisnis akibat kontraksi premi asuransi jiwa.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai, penurunan premi asuransi jiwa di tengah pertumbuhan premi asuransi umum telah mendorong pergeseran kinerja industri reasuransi menjadi lebih dominan ke lini umum.

“Reasuransi jiwa tertekan, sementara reasuransi umum didorong oleh sektor asuransi kredit dan properti, meskipun beberapa lini bisnis umum mengalami kontraksi tajam,” ujar Irvan kepada Kontan, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Reasuransi Umum Masih Dominasi Portofolio Indonesia Re pada 2025

Secara keseluruhan, Irvan memproyeksikan industri reasuransi pada 2025 tetap mencatatkan pertumbuhan positif dengan rasio klaim yang cenderung stabil. Namun, ia mengingatkan adanya tekanan terhadap profitabilitas.

Tekanan tersebut berasal dari perlambatan tarif atau pasar yang mulai melunak (softening market), serta potensi lonjakan klaim akibat bencana alam.

Di sisi global, Irvan menyampaikan bahwa modal reasuransi tercatat meningkat ke level tertinggi baru sebesar US$ 760 miliar pada kuartal III-2025, yang ditopang oleh laba ditahan yang kuat. Meski demikian, perpanjangan kontrak reasuransi per 1 Januari 2026 mulai menunjukkan adanya penurunan harga.

Untuk 2026, Irvan memperkirakan industri reasuransi Indonesia masih akan tumbuh positif. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan reasuransi properti dan bencana, serta penguatan struktur permodalan pelaku industri.

Baca Juga: AAUI: Pendapatan Premi Reasuransi Mencapai Rp 17,82 Triliun per Akhir 2025

Selain itu, pertumbuhan premi juga akan didukung oleh perkembangan digitalisasi dan aktivitas ekonomi domestik. Kendati demikian, laba industri reasuransi pada 2026 dinilai akan sangat dipengaruhi oleh manajemen risiko klaim bencana serta kepatuhan terhadap ketentuan ekuitas minimum yang ditetapkan regulator.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi asuransi jiwa pada 2025 sebesar Rp 180,98 triliun atau terkontraksi 3,81% secara tahunan (YoY). Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi masih tumbuh 1,51% YoY menjadi Rp 150,74 triliun.

Selanjutnya: Menengok Efisiensi Perbankan Sepanjang Tahun 2025

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 16-28 Februari 2026, Bumbu-Kornet Diskon hingga 50%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×