kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Premi Asuransi Onshore dan Offshore Tumbuh Dobel Digit, Ini Pendorongnya


Kamis, 05 Februari 2026 / 16:44 WIB
Premi Asuransi Onshore dan Offshore Tumbuh Dobel Digit, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi industri asuransi umum di lini asuransi energi onshore dan offshore tumbuh 18,4% dan 18% di kuartal III 2025. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi industri asuransi umum di lini asuransi energi onshore dan offshore tumbuh 18,4% dan 18% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 225 miliar dan Rp 1,18 triliun per kuartal III-2025.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan pertumbuhan dobel digit itu salah satunya didorong peningkatan nilai proyek energi dan berlanjutnya aktivitas investasi.

"Didorong juga perbaikan disiplin underwriting," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Batas Investasi Saham Dana Pensiun Naik 20%, Asosiasi DPLK Beri Tanggapan Begini

Ke depannya, Budi menilai, prospek asuransi energi masih positif, seiring adanya agenda transisi energi nasional. Meskipun demikian, industri asuransi umum perlu tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menggarap lini asuransi energi agar pertumbuhan berkelanjutan.

Sementara itu, AAUI juga angkat bicara mengenai target investasi pemerintah untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia dengan nilai Rp 1.682 triliun dalam 10 tahun. 

Budi berpendapat target investasi pemerintah di sektor EBT menjadi peluang yang cukup besar bagi industri asuransi umum. Sebab, setiap proyek EBT untuk tahap konstruksi maupun operasional membutuhkan perlindungan risiko yang komprehensif. 

"Sepanjang realisasi investasi berjalan sesuai rencana, kebutuhan asuransi akan tumbuh seiring meningkatnya nilai dan kompleksitas aset energi yang dikembangkan," ujar Budi.

Baca Juga: AAUI Nilai Target Investasi Pengembangan EBT Jadi Peluang Besar bagi Asuransi Umum

Selanjutnya: Juda Agung Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu, Ini Profil dan Harta Kekayaannya

Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026: Kalah dari Jepang, Tim Putri Indonesia Runner-Up Grup X

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×