kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.047   -137,44   -1,91%
  • KOMPAS100 974   -19,33   -1,95%
  • LQ45 715   -11,59   -1,60%
  • ISSI 252   -4,73   -1,84%
  • IDX30 389   -4,56   -1,16%
  • IDXHIDIV20 483   -4,56   -0,93%
  • IDX80 110   -1,99   -1,78%
  • IDXV30 134   -1,08   -0,80%
  • IDXQ30 127   -1,26   -0,98%

AAUI Sebut Inflasi Medis Paling Berpengaruh pada Asuransi Kesehatan Segmen Individu


Kamis, 02 April 2026 / 13:54 WIB
AAUI Sebut Inflasi Medis Paling Berpengaruh pada Asuransi Kesehatan Segmen Individu
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi medis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, turut menekan kinerja asuransi kesehatan di industri asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan, memperkirakan fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. 

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebut tekanan inflasi medis biasanya paling berpengaruh terhadap lini asuransi kesehatan segmen individu. 

"Secara teknis, segmen individu biasanya menjadi area yang lebih sensitif terhadap tekanan inflasi medis," ungkap Ketua Umum AAUI, Budi Herawan kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).

Budi mengatakan secara karakteristik, polis individu biasanya lebih rentan terhadap utilisasi tinggi, anti selection, dan penyesuaian premi yang tidak selalu sefleksibel polis kumpulan. 

Baca Juga: AAUI Sebut Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan Industri Asuransi Kesehatan Tahun Ini

Dia menerangkan pada polis kumpulan, penyebaran risiko biasanya lebih besar, pengalaman klaim lebih mudah dievaluasi secara periodik, dan struktur manfaat maupun tarif relatif lebih mudah ditinjau kembali saat perpanjangan polis.

Meski demikian, untuk industri asuransi umum, Budi mengatakan publikasi data agregat yang tersedia umumnya lebih menampilkan kinerja lini kesehatan secara total dan belum selalu memisahkan rasio klaim kesehatan secara rinci antara individu dan kumpulan.

Lebih lanjut, Budi memperkirakan inflasi medis masih akan menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi pada tahun ini, termasuk bagi perusahaan asuransi umum yang memiliki portofolio asuransi kesehatan.

Asal tahu saja, data AAUI mencatat, rasio klaim di lini asuransi kesehatan meningkat dari 58,2% pada 2024, menjadi sebesar 67,3% pada 2025.

Baca Juga: Kinerja Asuransi Kesehatan Awal 2026 Masih Terkendali Meski Inflasi Medis Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×