kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.180   27,00   0,15%
  • IDX 4.913   -184,15   -3,61%
  • KOMPAS100 631   -26,46   -4,03%
  • LQ45 499   -18,97   -3,66%
  • ISSI 164   -6,00   -3,52%
  • IDX30 281   -10,17   -3,49%
  • IDXHIDIV20 378   -13,02   -3,32%
  • IDX80 73   -2,97   -3,91%
  • IDXV30 105   -3,62   -3,32%
  • IDXQ30 94   -3,17   -3,25%

AAUI: Segmen Kendaraan Listrik Bisa Jadi Peluang Menjanjikan bagi Asuransi Umum


Selasa, 03 November 2026 / 12:34 WIB
AAUI: Segmen Kendaraan Listrik Bisa Jadi Peluang Menjanjikan bagi Asuransi Umum
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai segmen kendaraan listrik dapat menjadi salah satu peluang pertumbuhan yang cukup menjanjikan bagi industri asuransi umum.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menyampaikan hal itu tak terlepas dari meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Asal tahu saja, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil listrik mencapai 117.218 unit sepanjang Januari 2026 hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 112,25%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 55.225 unit.

"Pertumbuhan penjualan tersebut tentunya akan memperluas kebutuhan perlindungan asuransi, baik melalui pembelian kendaraan secara tunai maupun pembiayaan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Qlola by BRI Bukukan Volume Transaksi Rp 12.046 Triliun per September 2026

Namun, Budi melihat bahwa pertumbuhan bisnis asuransi kendaraan listrik juga perlu didukung dengan perkembangan ekosistem yang memadai. Dia bilang ketersediaan suku cadang, perluasan jaringan bengkel, peningkatan kemampuan teknisi, serta keterbukaan informasi mengenai biaya perbaikan dan nilai baterai menjadi faktor penting untuk membangun pengelolaan risiko yang lebih baik.

Seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik, Budi mengatakan data pengalaman klaim juga akan makin berkembang ke depannya. 

"Dengan demikian, perusahaan asuransi dapat melakukan penilaian risiko dengan lebih akurat," tuturnya.

Pada prinsipnya, Budi menyebut industri asuransi umum siap menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik. Namun, tetap harus menjaga keseimbangan antara perlindungan yang memadai bagi konsumen, kecukupan premi, dan keberlanjutan usaha perusahaan asuransi. 

Sementara itu, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan peningkatan penjualan kendaraan listrik yang terus meningkat dapat menjadi peluang bagi asuransi umum untuk masuk memberikan perlindungan.

Baca Juga: Laba Bank Neo (BBYB) Susut 7,12% Jadi Rp 430 Miliar pada Kuartal III-2026

"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta AAUI juga menilai positif potensi bisnis baru tersebut, seiring percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional," ungkapnya kepada Kontan.

Selain itu, Irvan menyebut harga beli dan komponen kendaraan listrik, khususnya baterai tergolong mahal, membuat pemilik kendaraan cenderung membutuhkan proteksi komprehensif, seperti asuransi all risk maupun Total Loss Only (TLO).

Meski ada peluang, Irvan menyampaikan industri asuransi umum juga perlu mewaspadai sejumlah tantangan dalam menyediakan perlindungan untuk kendaraan listrik. Dia bilang salah satunya industri perlu memperhatikan risiko kerusakan baterai yang merupakan bagian paling mahal dari mobil listrik. 

"Kerusakan atau penggantian baterai secara penuh dapat membebani klaim perusahaan asuransi jika tidak diatur dengan cermat, meski sebagian kasus bisa diganti secara parsial," tuturnya.

Selain minimnya data historis klaim, Irvan menerangkan industri juga perlu mempertimbangkan ketiadaan tarif premi khusus untuk kendaraan listrik. Dia bilang sebagian besar penetapan premi saat ini masih menggunakan skema mobil konvensional. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×