Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Central Asia (ACA) menyebut profil risiko segmen kendaraan listrik memang cukup dinamis, mengingat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia masih terus berkembang.
Kepala Divisi Motorcar & Miscellaneous ACA Teguh Iman Jaya mengatakan rasio klaim untuk kendaraan listrik berada di kisaran 53% pada 2025.
Teguh bilang klaimnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti meluasnya penggunaan kendaraan listrik di sektor komersial, serta faktor eksternal seperti kondisi cuaca atau alam. Meski demikian, ACA menilai secara umum, risikonya masih sangat terukur.
"Kami tidak melihat hal itu sebagai risiko yang membatasi, melainkan bagian dari proses pematangan industri. Secara umum, risikonya masih sangat terukur dan kami optimis pengelolaannya akan makin presisi, seiring dengan berkembangnya infrastruktur dan kebiasaan berkendara masyarakat," ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/11).
Baca Juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Cetak Laba Bersih Rp 430,98 Miliar pada Kuartal III 2026
Saat ini, Teguh bilang ACA masih menerapkan ketentuan dasar yang kurang lebih sama dengan mobil konvensional, baik dari sisi besaran premi maupun deductible. Dia bilang perbedaannya lebih pada anjuran untuk menambahkan klausul perluasan jaminan ke bengkel resmi.
"Hal iitu diterapkan untuk memastikan nasabah mendapatkan penanganan terbaik, mengingat mobil listrik membutuhkan keahlian dan alat khusus yang belum tentu tersedia di bengkel umum," ucapnya.
Teguh menambahkan, memang ada sedikit penyesuaian premi untuk perluasan ke bengkel resmi tersebut. Namun, dia menyebut nilainya sangat sebanding dengan ketenangan dan kualitas perbaikan yang didapatkan nasabah.
Selain itu, Teguh menyampaikan selama tiga tahun terakhir, ACA terus mengumpulkan dan menganalisis data klaim, serta profil risiko kendaraan listrik secara mendalam. Tujuannya, dia bilang agar perusahaan ke depannya bisa merumuskan terms and conditions yang makin inovatif dan pas untuk ekosistem kendaraan listrik.
Terkait kinerja, Teguh mengatakan perolehan premi ACA menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif, sejalan dengan lonjakan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai gambaran, dia bilang premi asuransi mobil listrik ACA tercatat sebesar Rp 94,6 miliar sepanjang 2025.
"Pertumbuhannya makin terakselerasi, yang mana perolehan premi kami sudah mencapai Rp 95,4 miliar per Agustus 2026 atau berhasil melampaui pencapaian setahun penuh pada 2025," kata Teguh.
Baca Juga: AAUI: Segmen Kendaraan Listrik Bisa Jadi Peluang Menjanjikan bagi Asuransi Umum
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














