kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

ACC: Perkembangan Bunga Acuan Jadi Salah Satu Pertimbangan Dalam Mengelola Pendanaan


Kamis, 27 Agustus 2026 / 20:14 WIB
ACC: Perkembangan Bunga Acuan Jadi Salah Satu Pertimbangan Dalam Mengelola Pendanaan
ILUSTRASI. Astra Credit Companies (ACC) menilai perkembangan suku bunga acuan menjadi salah satu pertimbangan dalam mengelola pendanaan perusahaan. ? (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menilai perkembangan suku bunga acuan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam mengelola pendanaan perusahaan. 

"Namun, keputusan terkait penerbitan obligasi mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, dan strategi bisnis perusahaan," ungkap EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).

Asal tahu saja, Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2026. 

Baca Juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Pesantren

Lebih lanjut, Riadi menyampaikan perusahaan tetap membuka opsi penerbitan obligasi ke depannya, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan. 

Saat ini, dia bilang ACC sedang dalam masa penawaran awal obligasi dengan rencana penerbitan pada September 2026. 

Sampai Juli 2026, Riadi menerangkan perusahaan telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,03 triliun. Dia bilang penerbitan obligasi yang dilakukan perusahaan merupakan bagian dari strategi pendanaan untuk modal kerja kegiatan usaha ACC. 

Sementara itu, Riadi menyampaikan tren kupon obligasi multifinance saat ini mengikuti kondisi suku bunga dan pasar keuangan yang masih dinamis. Dia bilang tingkat kupon obligasi multifinance masih dipengaruhi oleh kondisi pasar, suku bunga, serta persepsi investor terhadap risiko dan masing-masing penerbit.

Baca Juga: Perluas Ekosistem, GoPay Gandeng DBL Indonesia

Sebagai informasi, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 14,57 triliun per Juli 2026. Nilainya turun 41,8%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 25,03 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×