kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.343.000 -0,81%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ada Produk BNPL, Bisnis Kartu Kredit Akan Tetap Menggigit


Rabu, 15 Mei 2024 / 18:40 WIB
Ada Produk BNPL, Bisnis Kartu Kredit Akan Tetap Menggigit
ILUSTRASI. Bisnis kartu kredit menghadapi pesaing berupa produk Buy Now Pay Later (BNPL).


Reporter: Aldehead Marinda | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bisnis kartu kredit menghadapi pesaing berupa produk Buy Now Pay Later (BNPL).

Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut ada kenaikan signifikan transaksi dengan model pembayaran Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia.

Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan, maraknya produk BNPL dapat menjadi peluang sekaligus tantangan untuk instrumen pembayaran yang sudah ada sejak lama seperti kartu kredit.

Menurutnya, para bank penerbit kartu kredit perlu melakukan upaya lebih yang dapat menawarkan keuntungan, kemudahan, dan keamanan dalam produk kartu kreditnya sebagai nilai jual sekaligus daya saing.

“Penerbit harus tetap berkreasi untuk memberikan keuntungan, kemudahan, keamanan dan feature feature lainnya dalam penggunaan kartu kredit sebagai alternative pembayaran elektronik.” ujar Steve kepada Kontan, Rabu (15/5).

Baca Juga: Kartu Kredit BCA yang Beredar Capai 4,5 Juta Kartu, Transaksi Naik 17,3% di Kuartal I

Menurutnya, para penerbit kartu kredit bekerja sama dengan institusi lain seperti airlines, retail, store, atau justru perusahaan BNPL untuk mengelola dan mengembangkan layanan kartu kredit yang mereka miliki.

Bicara soal pangsa pasar, Steve menyebut, sejauh ini kartu kredit itu masih dominan diisi oleh masyarakat menengah ke atas dan proses distribusinya pun masih fokus untuk kota-kota besar.

Steve nilang, bisnis kartu kredit masih sangat potensial. Namun, ke depan kartu kredit ini akan sangat mungkin menjadi bagian dari contactless transaction. Maksudnya kartu kredit dapat dibuat seluruhnya menjadi digital dan tidak ada ubahnya dengan pembayaran berbasis QR atau  tap fiture yang umum kita kenal saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×