Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana pelibatan institusi pengelolaan dana publik, seperti BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung rencana OJK menaikkan batas minimal free float menjadi 15% dinilai belum menjadi solusi utama bagi pasar modal.
Pengamat pasar modal sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Budi Frensidy menilai meski BPJS Ketenagakerjaan memiliki tata kelola investasi yang relatif baik dan selektif, tetapi kapasitas dananya tetap terbatas untuk menyerap kebutuhan pasar yang besar.
"Untuk membantu free float 15% saya pikir bagus, tapi nggak cukup," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (30/1/26).
Baca Juga: BSI Gandeng Kadin Jalin Kerja Sama Strategis Dorong UMKM Naik Kelas
Menurut Budi, meskipun BPJS Ketenagakerjaan mengelola dana besar, porsi investasi sahamnya hanya sekitar 10%–15% dari total dana kelolaan.
Dengan komposisi tersebut, nilai dana yang bisa dialokasikan ke saham tidak sebanding dengan kebutuhan pasar akibat kenaikan free float menjadi 15%.
"Saya pikir tidak akan cukup melibatkan mereka karena apakah pasar mampu menyerap Rp 200 triliun dari divestasi dan rights issue yang akan dilakukan oleh emiten-emiten dengan free floating-nya masih di bawah 15%," ujarnya.
Di sisi lain, Budi juga mengingatkan potensi risiko jika melibatkan institusi dana kelolaan publik kalau tidak dibarengi dengan penguatan tata kelola yang baik.
Hal ini berkaca dari kasus PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri yang menunjukkan lemahnya manajemen risiko dan konflik kepentingan justru berujung pada kerugian masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada profesionalisme pengelola investasi, transparansi, serta pengawasan ketat dari regulator agar dana publik tetap dikelola dengan sebaik-baiknya.
"Harus orang profesional yang memonitor, manajemen risiko, komitmen risiko, dan sebagainya, itu harus benar-benar berfungsi dengan baik," katanya.
Baca Juga: OJK Ingatkan Investor Tetap Tenang di Tengah Volatilitas Pasar
Selanjutnya: Krom Bank Perkuat Basis Nasabah, Tingkat Keaktifan Capai 45%
Menarik Dibaca: Bitcoin cs Tiarap karena Sikap The Fed, Investor Disarankan Lakukan Ini!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













